Situs Siti Hawa di Tanjab Timur Kembali Diekskavasi Kemendikbudristek

Situs Siti Hawa yang berdara di Desa Trimulya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur diekskavasi.

Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Anas
Situs Siti Hawa yang berdara di Desa Trimulya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur diekskavasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kabupaten Tanjab Timur merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak peninggalan sejarah, salah satunya situs Siti Hawa yang berdara di Desa Trimulya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur.

Setelah sebelumnya dilakukan ekskavasi di lokasi situs tersebut, di tahun 2023 ini kegiatan yang sama juga akan dilakukan untuk membuka tabir sejarah masa lampau Kabupaten yang di juluki Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung ini.

Sebab, selain memiliki sumber daya maritim yang kaya, salah satu kabupaten pesisir di Provinsi Jambi ini juga menyuguhkan berbagai misteri peradaban melayu dan china di masa lampau yang dibuktikan dengan penemuan benda-benda kuno maupun situs.

Disekitar lokasi situs Siti Hawa ini terdapat pecahan keramik dan tembikar, serta gundukan tanah dan batu andesit tegak yang didirikan.

Zekki Zulkarnaen, selaku Kepala Disbudparpora Kabupaten Tanjab Timur, menjelaskan, di tahun 2019, di situs ini juga diduga pernah menghasilkan benda-benda sejenis tembikar.

"Hal ini terbukti dari penemuan dua buah Pelandas atau Anvil Terakotta berbentuk bulat cembung," terangnya, Kamis (14/09/23).

Temuan lain adalah, kaca-kaca kuno sisa botol dan gelang, sebuah benda kuningan berbentuk lembu dalam posisi bersimpuh yang diduga merupakan arca nandi serta sejumlah pipisan maupun gandik yang pernah digunakan sebagai alat penghalus bahan makanan.

"Di tahun 2023 ini, atau beberapa hari yang lalu, situs tersebut kembali diekskavasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia," ucapnya.

Zekki menyebutkan, dengan adanya ekskavasi ini, pihak Disbudparpora juga mengajukan ke Kemendikbudristek RI terkait penyusunan naskah otentik kesejarahan Kabupaten Tanjab Timur.

"Sebab, dari berbagai sumber menyebutkan, bahwasannya Kabupaten Tanjab Timur ini merupakan salah satu gerbang peradaban melayu," sebutnya.

Kata Zekki, di situs Siti Hawa ini juga turut ditemukan master piece, mulai dari Arca Nandi yang diperkirakan peninggalan masa kejayaan Majapahit di abadi ke 14, hingga keramik zaman peradaban dinasti Shung.

"Master piece tersebut saat ini diamankan di museum Siginjai Jambi. Jika ada yang penasaran dengan bentuknya, bisa melihatnya di sana," ujarnya.

Pengamatan terhadap temuan di daerah ini memperlihatkan bahwa situs ini merupakan salah satu situs terpadat temuannya di Provinsi Jambi.

Baca juga: Terima 14 Usulan Pemeringkatan Cagar Budaya, TACB Rekomendasikan Enam Situs di Jambi Naik Status

Baca juga: Candi Muaro Jambi Diusulkan Jadi Warisan Budaya UNESCO, Ini Manfaat Bagi Daerah

Baca juga: Pernah Masuk Tentatif List, KCBN Candi Muaro Jambi Bakal Diusulkan Kembali Jadi World Heritage

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved