Berita Tanjab Timur
Karhutla di Tanjung Jabung Timur Meningkat, Terbanyak Terjadi di Sadu
Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 19,5 hektare yang berasal dari vegetasi gambut dan mineral
Penulis: anas al hakim | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali marak terjadi pada 2023.
Dari BPBD setempat sudah ada 16 kejadian karhutla di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung ini sejak 1 Januari hingga 11 September 2023.
Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 19,5 hektare yang berasal dari vegetasi gambut dan mineral.
Sementara, daerah penyumbang terbanyak berasal dari Kecamatan Sadu.
Kepala BPBD Tanjung Jabung Timur Helmi Agustinius menjelaskan, banyaknya kejadian karhutla dipengaruhi fenomena El Nino.
Padahal, fase El Nino pada tahun ini masih dalam kategori rendah sampai moderat.
"Meski baru berjalan delapan bulan, kasus karhutla tahun ini melonjak drastis jika dibandingkan 2022 lalu yang hanya 4 hektare dari 2 kasus," katanya, Rabu (13/09/23).
Menurutnya, lonjakan terjadinya kasus karhutla ini turut menjadi atensi pemerintah setempat dengan status siaga darurat karhutla.
Dari luasan lahan karhutla tahun ini, terdapat lima kecamatan yang terdampak.
Yaitu Kecamatan Nipah panjang, Geragai, Muara Sabak Barat, Mendahara ulu dan Sadu sebagai penyumbang luasan terbanyak untuk tahun ini.
"Adapun El Nino diperkirakan berada di skala menengah hingga kuat pada 2024. Atas dasar itu, pemerintah akan terus berupaya untuk mengantisipasi dampak potensi dari karhutla pada tahun depan," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Bukan Hanya Karhutla, Edi Purwanto juga Meminta Pemprov Jambi Cari Solusi Krisis Air Akibat Kemarau
Baca juga: Karhutla di Tebo, Polisi Sebut Kebakaran Terjadi di Lahan Sawit Warga
Baca juga: Tanggulangi Karhutla di Jambi, 500 Titik Sumur Bor Tersebar di Tiga Kabupaten
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/KARHUTLA-SUNGAI-ITIK.jpg)