LIPUTAN KHUSUS

Guru SD di Jambi Prihatin Soal Candu Judi Online, Mahasiswa Tiga Tahun Kecanduan

Judi online seakan sudah menjadi permainan biasa. Pemain tidak perlu membuka lapak, hanya menggunakan gawai (gadget) sudah bisa bermain.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI
Tribun Jambi Edisi Selasa, 12 September 2023. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guru-guru di Kota Jambi merasa prihatin lantaran sebagian anak didiknya telah mengetahui judi online.

Orang-orang yang bermain judi online ini dari berbagai kalangan, dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa, karyawan, pengangguran, dan lain-lain.

Seorang guru sekolah swasta mengungkapkan anak didiknya telah mengetahui judi online dari pembicaan mereka di sekolah.

"Banyak anak-anak yang membicarakan judi online atau judi slot di sekolah," ujar guru yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (11/9).

Meski begitu, dia tidak pernah menemukan anak didiknya bermain judi online atau judi slot di sekolahnya.

Kondisi tersebut membuatnya prihatin dan khawatir dengan perkembangan siswanya.

"Bagaimana tidak, judi slot ini sangat mudah diakses. Sekarang anak-anak ini sudah tahu tentang judi ini. Tentunya dia pernah melihat orang lain memainkan ini. Akan menjadi bahaya jika dia mengetahui tentang judi slot ini malah dari orang tuanya sendiri," ujarnya.

"Tentu ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita sebagai seorang pendidik," timpalnya.

Sebagai seorang guru, dia dan teman sejawatnya telah banyak memberikan edukasi tentang bahaya judi, khusunya judi slot.

Ia bercerita mengenai tentang bahaya judi slot, secara terang-terangan maupun menyelipkan di sela materi pelajaran.

"Agar materi itu bisa diterapkan, salah satu caranya disampaikan secara berulang dan masif," ujarnya

Namun, dia menjelaskan teori itu tidak akan efektif jika tidak didukung lingkungan di luar sekolah.

"Bagaimana mungkin siswa kita bisa memahami bahaya judi online, tapi dalam kesehariannya dia melihat banyak orang yang memainkan permainan ini," katanya.

Untuk itu, guru yang telah puluhan tahun mengajar itu mengimbau bagi orang dewasa untuk tidak memperkenalkan judi slot kepada anak sekolah.

"Tolonglah bagi yang sudah dewasa, ini kalau mau main judi slot jangan di depan anak-anak," pungkasnya.

Siswa Utang

Sementara itu, seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta Kota Jambi pernah menemukan kasus siswanya memainkan judi online tiga tahun lalu.

Di sekolah tersebut, guru mengetahui siswa memainkan judi online setelah ada pengaduan beberapa siswa.

"Jadi tiga tahun yang lalu, ada banyak siswa yang mengadukan ke wali kelas mereka tentang siswa yang meminjam uang mereka, tapi tidak dikembalikan," ujarnya.

"Setelah diselidiki, ternyata siswa tersebut memainkan judi online," ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, pihak sekolah langsung mengambil tindakan dengan mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah.

"Waktu itu kita proses dengan cara memangil orang tuanya dan langsung dikeluarkan dari sekolah setelah utangnya dibayar," pungkasnya.

Coba di Berbagai Situs

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kasus judi online di tidak memandang usia.

Pecandunya bukan hanya kalangan remaja. Orang dewasa pun ikut bermain judi online (judi slot).

Judi online seakan sudah menjadi permainan biasa. Pemain tidak perlu membuka lapak, hanya menggunakan gawai (gadget) sudah bisa bermain.

RK, karyawan swasta di Kuala Tungkal, mengungkapkan telah bermain judi slot sejak pertengahan 2022 hingga kini.

Dia mengaku sudah mengunjungi banyak situs, sembari menyebutkan nama-namanya.

Dari banyaknya situs judi slot, dia memilih permainan mahjong, karena kerap mendapat keberuntungan di situ.

"Kami pernah deposit Rp100 ribu di S*m*, main mahjong, hoki Rp2 juta. Hoki juga melihat hari dan jamnya, tidak menentu," ungkapnya.

Menurut RK, judi slot merupakan permainan berdasarkan keberuntungan seseorang. Tidak ada jaminan jika deposit uang besar bisa mendapat hoki.

"Kami pernah depo Rp2 juta, pasang bet Rp5.000 nggak juga menang, depo Rp100 ribu bet Rp1.000 bisa hoki. Artinya ini soal keberuntungan," tuturnya..

Senada dengan pendapat pemain lain, RK mengatakan judi online praktis digunakan. Pemain tidak perlu buka lapak atau mengumpulkan banyak orang.

"Risikonya juga sedikit," katanya.

Cara deposit pun menurutnya lebih praktis, karena bisa menggunakan M-banking bisa langsung terhubung ke customer service (CS) judi slot, tanpa perlu datang ke penyedia layanan perbankan.

Sejauh ini, RK mengaku belum pernah ditipu agen judi slot. Setiap kali deposit selalu disetujui. Bukti transfer pun bisa klaim ke agen.

"Prosesnya gini. Kita terhubung ke CS sesuai situs yang kita pilih, kita minta nomor rekening agen, nanti kita transfer ke agen, dan bukti transfer itulah kita klaim untuk bisa bermain. Setelah itu, kita bisa pilih permainan. Ada banyak permainan judi slot, kalau kami pilih mahjong," ungkapnya.

Kecanduan Berat

Cerita kecanduan judi online juga diungkapkan pemuda berinisial Kv (24).

Dia mengatakan telah bermain judi online sejak 2020. Kala itu, kondisi keuangannya masih cukup bagus karena masih berstatus mahasiswa di sebuah universitas.

Kv mengatakan bermain di berbagai aplikasi dan website.

Untuk menghabiskan hari-harinya, Kv nongkrong ngopi-ngopi di kedai.

Dia bisa mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk berjudi online.

Kv bercerita, awalnya iseng mengunduh (download) aplikasi judi online di layanan penyedia aplikasi yang ada di ponsel.

Selain itu, ada juga yang di website.

Untuk bermain, Kv harus mengisi uang digital di aplikasi terlebih dahulu dari rekening bank miliknya.

Tak jarang, dia harus ke konter lebih dahulu untuk mengonversi agar uang tunainya menjadi uang digital.

"Kadang dari M-banking aku isi ke D*n* lalu teruskan ke aplikasi judi online. Kalau tidak ada yang di M-banking, aku isi melalui konter yang bisa isi D*n*," tuturnya.

Kv mengatakan pergaulan lingkungan sangat mempengaruhinya hingga kecanduan judi online.

Berawal dari hanya melihat teman yang bermain, kemudian mulai mengisi saldo sendiri untuk bermain judi slot.

"Pengaruh di tempat nongkrong. Tiap hari kawan-kawan main slot. Awalnya cuma lihat, akhir coba dan terperangkap. Menang ketagihan, kalah ingin deposit lagi," ujarnya.

Kevin bercerita, modal untuk bermain judi slot lebih sering dari pemberian orangtua. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi digunakan untuk judi online.

"Kadang kalau dikasih Rp100 ribu dari orang tua atau abang, saya isi saldo untuk main Rp50 ribu. Kalau ada duit bulanan dari kakak, saya isi lebih besar, kadang Rp200 ribu-Rp300 ribu, cuma tidak sering," ujarnya.

Terperangkap Tiga Tahun

Selama tiga tahun terperangkap judi online, Kv mengaku cukup beruntung bila dibandingkan teman-teman lain.

Dia bisa mengatur ritme permainan, seperti membatasi deposit dalam satu harinya.

"Kuncinya harus kita atur. Dalam satu hari Rp100 ribu saja maksimal. Kalau kalah, tidak rugi besar. Jadi harus atur diri. Tapi kalau ingin, caranya kita pakai uang digital di pinjaman Sh*pe* P*yl*t*r, cuma tidak sampai jutaan kita pinjam. Untuk gantinya, minta dengan kakak atau abang, bilang untuk kebutuhan perbaikan motor dan lainnya," jelasnya.

Kv mengatakan kemenangan dari bermain judi online tentu tidak sebanding dengan uang yang sudah dikeluarkan.

Dalam pengalamannya, kemenangan paling banyak Rp1 juta, tapi uang yang dihabiskan bisa sampai Rp3 juta.

Kv menceritakan sisi lain dari permainan slot.

Teman di tongkrongannya bahkan sampai meminjam di pinjaman online (pinjol) Rp500 ribu, bahkan ada yang Rp1 juta, saking kecanduan judi slot

"Setelah cair semua, ia putar uang tersebut untuk bermain slot. Ada yang balik modal, ada pula yang bangkrut. Sampai gadai motor ke kawan lain, ujung-ujungnya orang tua juga yang nebus motor itu dan biasanya temanku buang nomor HP agar tidak terlacak bahkan ada yang pindah ke rumah neneknya di luar kota Jambi karena pusing dapat telepon dari debt collector pinjol," ujar Kv.

Niat Berhenti Judi

Untuk menghindari kecanduan judi, Kv menyarankan agar lebih melihat diri kembali. Jujur berhenti dari judi sangat berat.

Pasalnya, ketika ada uang lebih, pikiran untuk berjudi sangat kuat bahkan hingga stress.

"Kalau saya berhenti karena pengangguran, duit tipis dari orang tua jadi sadar diri dan akhirnya sudah mulai mengurangi judi online. Kalau lagi ingin, main game online ML atau PUBG," katanya.

Cerita lainnya diungkapkan Ri (27), karyawan swasta, yang cukup beruntung saat bermain judi online. Itu lantaran dapat mengatur diri. Meski begitu, secara keseluruhan tetap saja rugi.

"Sudah lama main, sekitar tiga tahunan. Ada 300 website judi online yang sudah diamankan ada yang untung ada yang rugi, tapi rugi tipis," kata Rio.

Menurutnya, dalam satu pekan bisa merogoh kocek Rp300 ribu rupiah. Dia tidak mau lebih dari itu.

"Rp300 ribu seminggu, dak mau lebih. Kalau untuk paling besar, yo sampai Rp2 juta. Kalau rugi bisa Rp300 ribu seminggu, cuma sebulan pasti ada yang balik modal," ujarnya.

Ri mengaku tidak terjerbak judi online, karena memiliki batas saat bermain judi online.

Nekat Lakukan Kejahatan

Dua remaja yakni AR (15) dan IL (18) dihajar warga di Jalan Kapten Pattimura, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, lantaran nekat merampas telepon seluler (ponsel) seorang perempuan, beberapa waktu lalu.

Dua remaja itu nekat melakukan kejahatan karena uangnya akan digunakan untuk bermain judi online.

"Setelah petugas tiba di lokasi, ternyata memang benar adanya. Warga yang mengetahui aksi tersebut, sontak saja langsung mengejar kedua pelaku," kata Kapolsek Kotabaru, Kompol Pamenan.

Saat diinterogasi polisi, dua remaja itu mengaku juga telah melakukan kejahatan serupa di kawasan Talang Bakung, Kota Jambi.

"Pelaku sudah dua kali melakukan aksinya. Pertama, kedua pelaku ini berhasil lolos. Mereka mengaku, barang hasil rampasannya akan dijual Rp800 ribu. Hasilnya dibagi dua bersama temannya dan akan dipergunakan untuk main judi online atau slot," ungkapnya.

Polisi mengamankan barang bukti ponsel milik korban dan satu sepeda motor yang digunakan pelaku. Ternyata, kendaraan yang digunakan pelaku merupakan pinjaman dari temannya. Ppara pelaku dikenakan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Patroli Siber

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Christian Tory, mengatakan Subdit Siber setiap hari melaksanakan patroli siber untuk melacak aktivitas judi online di Jambi.

"Kita melaksanakan patroli siber untuk melacak aktivitas judi online, jika ditemukan kita akan proses hukum," katanya.

Selain itu, maraknya selebgram yang mempromosikan judi online belakang ini, bila ditemukan di Jambi maka pihaknya akan menindak selebgram tersebut.

"Ya kalau itu terbukti akan kita tindak. Imbauan juga agar masyarakat Jambi jangan ada yang terlibat bermain judi online," tuturnya.

Mengubah Kebiasaan

Pemerhati Psikologi Jambi, Neno Dwi Ramadani Pangestika, mengatakan secara umum, sebuah kecanduan identik dengan aktivitas yang berulang-ulang. Itu biasanya menyerang salah satu syaraf di otak yang merusak fungsinya sebagaimana mestinya.

Bagian tersebut yang menjadikan orang-orang menyandang status kecanduan kerap melakukan tindakan di luar akal sehat. Contohnya, menjual barang-barang demi judi online.

Sebenarnya, kecanduan bisa dikurangi, bahkan dihilangkan. Tetapi tentu membutuhkan waktu dan niat dari pecandu itu sendiri.

Indonesia Darurat Judi Online

Beberapa waktu lalu, Menkominfo, Budi Arie Setiadi, mengatakan Indonesia sedang darurat judi online. Terlebih, saat ini para pelaku judi online sudah berani untuk mempromosikannya secara terang-terangan.

"Pelaku makin berani dan terang-terangan mempromosikan judi online via media sosial," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/8).

Ia memastikan Kementerian Kominfo akan melakukan pemantauan 24 jam atas puluhan ribu situs judi online yang makin menggila.

Budi mengajak pihak dan elemen masyarakat bahu membahu memberantas judi online ini.

"Kita darurat judi online. Banyak anak-anak kita yang menjadi korban. Generasi muda Indonesia harus kita selamatkan dari praktik haram ini," ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan judi online adalah kejahatan transaksional. Jika terjerat judi online akan memiliki risiko besar terjerat ke pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Kita tahu pekerjaan ini begitu sistematis. Ini kejahatan transaksional. (Ibaratnya, red) adik-kakak itu judi online dan pinjaman online," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Rabu (30/8).

"Kita juga berkoordinasi dengan Kepolisian karena dampaknya sangat buruk. Destruktif. Setelah judi online, jadi ke pinjaman online. Rakyat terjebak, kriminalitas jadi tinggi,” lanjutnya.

Saat ini, kata Budi, kecepatan penetrasi judi online sangat luar biasa dan banyak memakan korban di kalangan masyarakat, termasuk pelajar dan ibu rumah tangga.

Ia menyebut Indonesia tengah dalam situasi darurat judi online karena daya rusaknya yang terlalu tinggi dan sudah sangat meresahkan.

"Ruang digital kita jadi rusak, rakyat menjadi korban. Kita harus sama-sama memerangi judi online,” kata Budi.

Ia mengatakan, pemerintah terus mendapat laporan dari masyarakat terkait perjudian online. Hal itu membuat Kementerian Kominfo setiap hari selalu memantau dan menghapus konten situs web yang mempromosikan judi online. Bahkan, Budi menyatakan kemampuan teknologi pemerintah selalu diuji dalam memberantas judi online ini.

“Kita harus terus improve karena ini beradu kemampuan, beradu teknologi antara bandar judi online dengan Pemerintah. Tapi saya optimis bisa,” ujarnya.

Maka demikian, ia menyebut pemerintah terus meningkatkan kemampuan teknologi untuk memberantas judi online dan pinjol ilegal.

Budi mengatakan Kementerian Kominfo akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat penanganan judi online dan pinjol ilegal. Contohnya seperti lembaga perbankan seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami juga koordinasi dengan BI, OJK, Kepolisian, PPATK. Ini harus simultan terus, komprehensif, memberantas judi online ini,” kata Budi.

Budi kemudian mengimbau kalangan artis dan publik figur untuk turut bekerja sama dengan tidak mempromosikan judi online. Lebih dari itu, ia berharap masyarakat dapat lebih produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

“Kami harap ruang digital ini membuat masyarakat makin produktif. Pemerintah juga turut andil mendorong budaya masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital," ujar Budi.

"Kami juga melakukan program literasi digital untuk menyadarkan masyarakat betapa merusaknya ruang digital kita digunakan untuk hal-hal buruk seperti judi online ini,” jelasnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap dalam sebulan bisa memblokir 2.000 konten judi online.

"Itu dalam sebulan kita bisa blokir sampai 2.000 konten judi online, baik yang berupa website portal, maupun yang berupa konten di media sosial," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong kepada wartawan di Jakarta, dikutip pada Sabtu (9/9).

Terbaru, sejak 2018 hingga 6 September 2023, Kemenkominfo menyatakan telah melakukan pemutusan akses situs dan takedown terhadap 938.106 konten judi online.

Sejak Juli sampai September 2023, pemutusan akses dan takedown telah dilakukan terhadap 124.439 konten perjudian online.

Konten-konter tersebut tersebar pada berbagai situs, platform sharing content dan media sosial.
Usman mengatakan, dalam waktu tidak terlalu lama, total pemutusan akses situs dan takedown konten judi online oleh Kemenkominfo bisa mencapai satu juta.

"Mungkin di dalam waktu tidak terlalu lama bisa satu juta lewat nih. Kalau sebulan bisa 2.000, ya begitu," katanya. (tribun jambi/can/cso/cin/tribunnews)

Baca juga: 119 Keluarga Penerima Manfaat di Jambi Dapat 10 Kg Beras Selama Tiga Bulan Dari CBP Tahap II

Baca juga: Bongkar Rumah Produksi Film Dewasa di Jakarta Selatan, Artis Hingga Selebgram Jadi Bintang

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved