Karhutla Jambi

Ukur Indeks Udara Batanghari, Laboratorium Lingkungan akan Cek di Beberapa Kecamatan

Akibat adanya kasus kebakaran hutan dan lahan, indeks kualitas udara di Kabupaten Batanghari mengalami perubahan.

tribunjambi/srituti apriliani putri
Kepala Laboratorium Lingkungan Kabupaten Batanghari, Meirina. 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Akibat adanya kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, indeks kualitas udara di Kabupaten Batanghari mengalami perubahan.

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari melalui UPTD Laboratorium Lingkungan mulai melakukan pemasangan alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS).

Untuk sampel, saat ini pemasangan alat HVAS sendiri dilakukan di Laboratorium Lingkungan Kecamatan Muara Bulian.

Kepala Laboratorium Lingkungan Kabupaten Batanghari, Meirina mengatakan setelah di Kecamatan Muara Bulian pihaknya akan melakukan pengecekan dibeberapa kecamatan lain.

"Untuk antisipasi kita sudah memasang alat ISPU sesuai standar, kita menggunakan HAVS. Sejak kemarin jam 15.00 WIB kita pasang," ujarnya pada Rabu (6/9/2023).

Ia mengatakan beberapa kecamatan yang akan dilakukan pengecekan terhadap indeks kualitas udara yaitu Kecamatan Pemayung, Kecamatan Tembesi, Kecamatan Maro Sebo Ulu dan Kecamatan Batin XXIV.

Ia mengatakan, untuk hasil indeks kualitas udara di yang diukur dengan alat HAVS baru bisa diketahui 24 jam setelah dilakukan pemasangan alat.

Namun, secara kasat mata Meirina mengatakan bahwa saat ini kualitas udara di Kabupaten Batanghari mulai mengalami perubahan akibat dari adanya kebakaran hutan dan lahan.

"Belum bisa kita pastikan, tapi sebenarnya sudah mulai terasa terutama di pagi hari," sebutnya.

Lebih lanjut Meirina menjelaskan bahwa untuk angka rentang ISPU dengan kategori baik berada diangka 1-50 status warna hijau yang artinya tingkat kualitas udara sangat baik tidak memberikan efek negatif terhadap manusia hewan ataupun tumbuhan.

"Nanti kita dapat konsentrasi, akan kita konservasi ke angka ISPU kalai rentang 1-50 itu dalam kategori baik. Dia ada sedang hingga berbahaya," ujarnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cegah Peredaran Narkoba, Polres Tanjabtim Deklarasikan Posko Kampung Tangguh Bebas dari Narkoba

Baca juga: Aurel Hermansyah Diserang Haters Imbas Kedekatan Thariq Halilintar dengan Aaliyah Massaid: Kok Jahat

Baca juga: Udara Kota Jambi Memburuk, Dinas Pendidikan Keluarkan Edaran Pengunaan Masker Bagi Pelajar

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved