Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

KKB Papua

Berita KKB Papua Hari Ini, Kapolda Papua Minta yang Terlibat KKB Ditangkap: Bila Terbuki Amankan

Berita KKB Papua hari ini, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta anak yang terlibat dengan KKB Papua untuk ditangkap.

Tayang:
Editor: Darwin Sijabat
Tribun papua/Ist/Kolase Tribun Jambi
Berita KKB Papua hari ini, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta anak yang terlibat dengan KKB Papua untuk ditangkap. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berita KKB Papua hari ini, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta anak yang terlibat dengan KKB Papua untuk ditangkap.

Aksi kekerasan kelompok separatis itu dengan menggunakan senjata dan melakukan pembakaran kantor di beberapa tempat.

Peristiwa tersebut sudah terjadi di wilayah timur Indonesia itu dua pekan terakhir ini.

Diantara lokasi yang menjadi tempat kekerasan KKB Papua itu yakni di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Nduga, serta Kabupaten Puncak di Provinsi Papua Tengah.

KKB Papua diduga menjadi pelaku aksi penembakan hingga pemabakarn pada dua wilayah tersebut.

Atas tindakan sekelompok orang ditanggapi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Dia menegaskan tidak akan mentolerir tindakan kejahatan yang dilakukan oleh siapapun.

Baca juga: Berita KKB Papua Hari Ini, Korban Penembakan di Puncak Papua Dievakuasi ke Timika

Baca juga: Update Oknum Paspampres Aniaya Imam Masykur, Ada Korban Lain Sesama Warga Aceh, Ini Pengakuannya

Baca juga: Cak Imin Klaim Jokowi Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Termasuk Nama Koalisi Indonesia Maju

Untuk itu dia meminta jajarannya segera menangkap para pelaku, hingga dirposes hukum.

Bahkan dia menyebutkan jika terlibat, maka segera ditangkap dan tidak perlu melihat batasan usia.

Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan proses penegakan hukum akan dilakukan tanpa tebang pilih, walau para pelaku masih tergolong di bawah umur.

"Di Yahukimo ini berulang terus, tapi ya minta Kapolres penegakan hukum harus dilakukan, tetap kita kejar pelakunya."

"Pemimpinnya yang belum ditangkap dicari kemana, adik-adik atau anak-anak yang selama ini ikut dengan KKB, saya minta diamankan walau masih kecil, tidak perlu takut," ujarnya di Jayapura, Jumat (25/8/2023).

KKB Papua diketahui kerap merekrut anak-anak untuk melakukan aksi kriminal.

Karenanya Fakhiri memastikan aparat keamanan tidak akan serampangan dalam menegakan hukum.

"Kalau polisi memastikan dia terlibat, amankan, kan ada aturan hukum yang bisa digunakan, jangan karena anak-anak lalu kita biarkan, ini akan berulang terus," cetusnya.

Selain itu, aparat keamanan dipastikan tidak akan gegabah dalam merespons laporan kriminal, terutama aksi penembakan yang hanya ditujukan untuk mengganggu keamanan.

Baca juga: Sosok Pratu Agung, Prajurit TNI Gugur Usai Baku Tembak dengan KKB di Yahukimo, Tertembak di Kepala

Fakhiri menyampaikan bahwa KKB kerap sengaja memancing aparat keamanan untuk mengejar mereka dan kemudian menyerang balik dari berbagai arah.

Ia tidak menginginkan adanya tindakan ceroboh dari personelnya yang dapat berujung pada kerugian jiwa hingga materil.

"Saya sudah minta supaya anggota tidak terpancing karena keselamatan diri itu penting, klau kita kejar nanti di sanggong, ada korban jiwa, senjata dan amunisi hilang. Saya sudah ingatkan kepada seluruh jajaranm, termasuk TNI yang ada di dalan Satgas Daai Cartenz untuk betul-betul menilai secara cermat situasi yang ada," tutur Fakhiri.

Kejahatan di Yahukimo

Dalam beberapa pekan terakhir terjadi peristiwa yang diduga melibatkan KKB.

Aksi pertama terjadi pada 31 Juli 2023, saat itu KKB menembaki Pos Brimob yang ada di Distrik Dekai.

Tidak ada personel Brimob yang terluka dalam peristiwa itu.

Usai kejadian itu, pada 1 Agustus 2023, aparat keamanan gabungan kemudian melakukan penyisiran dan menangkap AS yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.

Setelahnya aparat gabungan melakukan penggerebekan yang membuat dua anggota KKB tewas dan mereka berhasil mengamankan enam pucuk senjata api rakitan.

Namun dari aksi tersebut, satu anggota Satgas Damai Cartenz terluka karena mengalami luka tembak.

Sehari berselang, Matius Ropang (50) seorang warga Distrik Dekai ditemukan dalam keadaan kritis dengan beberapa luka senjata tajam di halaman rumahnya.

Korban akhirnya meninggal dunia ketika berada di rumah sakit.

Kemudian pada 6 Agustus 2023, Kantor KPU Yahukimo yang berada di Distrik Dekai terbakar, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan penyebabnya.

Pada 21 Agustus 2023, KKB menyerang Pos Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir dan menyebabkan Pratu Agung Pramudi Laksono gugur karena tertembak di bagian kepala.

Tiga hari berselang, tiga kantor pemerintahan setempat, yaitu BPMK, BPTSP dan Dispenda, terbakar pada dini hari.

Hingga kini polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Artikel ini diolah dari Tribun-Papua.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved