Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Buka FGD Gapki Jambi, Gubernur Al Haris Harap Perusahaan dan Masyarakat Rukun

Gubernur Jambi Al Haris minta ke pengusaha kelapa sawit untuk miliki desain strategi perencanaan pembangunan kelapa sawit.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Musawira
Gubernur Jambi Al Haris di FGD bersama bersama Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris minta ke pengusaha kelapa sawit untuk miliki desain strategi perencanaan pembangunan kelapa sawit.

Yang memperhatikan prinsip-prinsip berkelanjutan dengan aspek ekonomi, sosial, budaya dan ekologi.

Al Haris dalam sambutannya di Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi menyebut bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Provinsi Jambi serta memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional.

Secara umum luas kebun kelapa sawit di Provinsi Jambi seluas 1.134.640 hektare dan berdasarkan kepemilikannya yang dimiliki oleh BUMN seluas 23.057 hektare pihak swasta seluas 518.869 hektare dan milik rakyat seluas 592.714 hektare.

Gubernur Haris berharap dari pertemuan ini akan terjalin silahturahmi antara pengusaha, pemerintah dan juga masyarakat yang ada disekitar perkebunan.

“Diskusi ini sebenarnya kita ingin agar para pemilik perusahaannya rukun, warga masyarakat yang berdomisili disekitar kebun itu sendiri juga rukun. Perlu ada hubungan baik dengan masyarakat disekitar perkebunan dan kewajiban perusahaan untuk memberikan CSR,” kata Haris di Swiss Bell Hotel, Senin (7/8/2023).

Lebih lanjut disampaikan Gubernur Al Haris mengimbau semua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Provinsi Jambi untuk ikut dan bergabung menjadi anggota Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Hal ini sebagai wadah bagi para pengusaha sawit untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, serta menunjang kebijakan pemerintah pada sektor perkebunan menuju tata kelola industri kelapa sawit yang baik.

“Saya berharap melalui FGD ini akan semakin memperkuat data dan koordinasi, kapasitas dan kapabilitas tata kelola serta dukungan terhadap sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Akses Pasar Produk Kelapa Sawit,” pungkasnya.

Baca juga: Jika Ingin Sukses Ada Baiknya Jauhi Tipe Orang Seperti ini

Baca juga: Polresta Jambi Tangkap 10 Tersangka Narkoba, Barang Bukti 1,6 Kg Sabu Ikut Diamankan

Baca juga: Petani Kelapa di Tanjabtim Gembira, Pemerintah Lakukan Normalisasi Tanggul di Beberapa Titik

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved