Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Hindari Risiko Gagal Bayar, Pengurangan Utang Luar Negeri Swasta Berpengaruh pada Lapangan Usaha

Utang luar negeri (ULN) swasta pada Mei 2023 terpantau sebesar US$ 196,5 miliar atau menurun 1,5% secara bulanan. Bank Indonesia (BI)

Editor: Fifi Suryani
Sumber: KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Utang luar negeri (ULN) swasta pada Mei 2023 terpantau sebesar US$ 196,5 miliar atau menurun 1,5 persen secara bulanan.

Bank Indonesia (BI) mencatat dibandingkan Mei 2022, ULN swasta turun 5,8 % secara tahunan atau yoy.

Penurunan ini bahkan lebih dalam bila dibandingkan dengan penurunan bulan sebelumnya yang sebesar 4,6 % yoy.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, turunnya ULN swasta tersebut disebabkan banyaknya perusahaan yang masih menahan ekspansi utang.

"Bila melihat data perusahaan yang listing di bursa efek Indonesia sebagai proksi, leverage banyak perusahaan memang belum pulih dibandingkan level pra pandemi," tutur David kepada Kontan.co.id, Rabu (19/7).

David mencontohkan, ada beberapa sektor usaha yang menunjukkan gejala deleveraging atau mengurangi utang. Tujuannya untuk mengurangi risiko gagal bayar.

Hal itu dilakukan sehubungan kondisi ketidakpastian yang masih membayangi prospek perekonomian global dan dalam negeri. "Sektor-sektor tersebut di antaranya, industri manufaktur non logam yang berorientasi ekspor," terangnya.

Namun, David tak menyebut ini ancaman pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun begitu, tetap berpengaruh pada prospek pertumbuhan terutama di sisi lapangan usaha.

Bila menilik dari pertumbuhan ekonomi pos pengeluaran, David optimistis pos pengeluaran masih akan ngegas ditopang peningkatan belanja pemerintah dan investasi.

"Sementara belanja pemerintah dan investasi diasumsikan akan lebih kuat pada paruh kedua. Sehingga, laju pertumbuhan tidak akan terlalu terpengaruh," kata David.

Faktor lain, harga komoditas akan cenderung stabil hingga akhir tahun. Ini masih menjadi tumpuan pendapatan bagi korporasi yang bergerak di bidang usaha tersebut.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved