Tafsir Mimpi

Arti Mimpi Sholat Idul Adha, Pertanda Keberkahan hingga Kesuksesan

Arti mimpi Sholat Idul Adha menjadi pertanda bahwa usaha dan pengorbanan Anda akan mendapatkan penerimaan dan keberkahan dari Allah SWT

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Ratusan orang mengikuti salat Idul Adha 1443 H/20023 di pelataran parkir terminal Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (29/6/2023). 

TRIBUNJAMBI.COM - Arti mimpi Sholat Idul Adha cukup ramai di pencarian di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini berkaitan dengan momen hari raya Idul Adha dan peristiwa potong kurban.

Mimpi salat Idul Adha dapat menjadi pertanda bahwa usaha dan pengorbanan Anda akan mendapatkan penerimaan dan keberkahan dari Allah SWT.

Mimpi ini menunjikan bahwa tindakan Anda akan mendatangkan hasil yang positif dan membawa kebahagiaan serta kesuksesan.

Mimpi Sebagai Petunjuk


Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.


Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.


Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.  


Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat. 


Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.


Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. 


Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. 
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. 


“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).

Baca juga: Hari Raya Idul Adha 1444 H, Lapas Kuala Tungkal Tetap Buka Layanan Kunjungan Tatap Muka

Baca juga: Pemkab Tanjabbar Umumkan Pemenang Pawai Takbiran Idul Adha 1444 H, Berikut Nama-namanya

Baca juga: Pemkot Sungai Penuh Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved