Berita Tanjab Timur
Anak-anak di Geragai Tanjab Timur Kesulitan Belajar Pada Malam Hari, Ternyata Ini Penyebabnya
Berita Jambi - Anak-anak kesulitan saat belajar di sekolah dan belajar di rumah terutama pada malam hari
Penulis: anas al hakim | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sampai tahun ini, ada sekitar 71 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Geragai Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai Kebupaten Tanjab Timur belum menikmati akses listrik.
Sebut saja Toni Warga Dusun Geragai mengatakan, anak-anak kesulitan saat belajar di sekolah dan belajar di rumah terutama pada malam hari.
Ia mengatakan, untuk mata pelajaran TIK di sekolah sangatlah minim.
Apa yang diajarkan guru hanya sebatas menggunakan baterai laptop yang tidak sanggup bertahan lama.
"Maksimal mereka belajar TIK hanya beberpa menit saja, selebihnya hanya teori mencatat," ujarnya kepada Tribunjambi.com, Selasa (20/6/2023).
Menurut Toni, siswa lebih fokus belajar saat pulang sekolah, karena pada malam hari mereka kesulitan penerangan lampu PLN, serta hanya mengandalkan lampu minyak teplok yang tidak bertahan lama.
Namun, sebagian ada yang mengandalkan minyak solar, terkadang hanya sebatas pukul 08.00 WIB. Otomatis setelah itu aktivitas warga berkurang.
Ditambah lagi, sekarang kendalanya minyak solar semakin sulit didapat, harus mengantri lama jika saat mengisi di SBPU.
"Rata-rata mereka belajar menggunakan lampu minyak teplok dan harus mendekat ke sumber cahaya lampu yang cahayanya tidak terlalu terang," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Inilah Satu Desa di Provinsi Jambi yang Sama Sekali Belum Dapat Aliran Listrik
Baca juga: Pengamat: Seharusnya Pemerintah dan PLN Edukasi Masyarakat Soal Energi Alternatif Selain Listrik
Baca juga: Ini Kata Pengamat Sosial Jambi Soal Pemerataan Listrik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/SISWA-LAMPU-TEPLOK.jpg)