Manfaatkan Media Sosial dan KUR BRI, Nefa's Kitchen Jual Produk hingga Luar Kota
UMKM Nefa's Kitchen melalkukan promosi sosial media ini, ia menjual produknya hingga luar kota seperti Jogja, Bandung, dan beberapa daerah.
TRIBUNJAMBI.COM - Sosial media memiliki beragam fungsi selain menjalin pertemanan jarak jauh juga untuk mengiklankan produk. Seperti yang dilakukan UMKM Nefa's Kitchen.
Nefa's Kitchen menjual beragam kue kering, kue basah, pempek, sambal dan lainnya.
"Penjualan yang dilakukan kebanyak di sosial media seperti WhatsApp, Facebook, Instagram," ungkap owner Nefa's Kitchen, Nyimas Nefa Indri Yani, (3/6/2023).
Baca juga: Sambal Tempoyak Maugi Terapkan Pembayaran QRIS BRI untuk Mudahkan Transaksi
Menurutnya yang lebih banyak pesanan melalui WA karena saat ini fitur WA bisa diperuntukan bisnis yang bisa menampilkan produk dan harga.
Dengan promosi sosial media ini, ia menjual produknya hingga luar kota seperti Jogja, Bandung, dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Produk yang biasa dipesan untuk luar daerah ini adalah pempek karena memang bisa tahan lama.
Untuk penjualan mingguan menurutnya tidak menentu. Biasanya 4-5 loyang untuk kue basah.
Kue basah sendiri lebih banyak dipesan ketika momen hari raya atau ada pesanan untuk acara hantaran.
Beberapa pilihan kue basah yang dijual adalah Khas Jambi dan Palembang seperti lapis legit, maksuba, engkak ketan, kue delapan jam, putri kandis, lapis kojo dan sebagainya, dengan kisaran harga Rp200.000 hingga Rp400.000 per loyang.
Baca juga: Kembangkan Produk dengan KUR BRI, Sambal Tempoyak Maugi Jual 1000 Produk Perbulan
Nefa's Kitchen memulai usaha sejak 2016 yang awalnya mencoba katering. Baru setelah itu menemukan hal yang lebih cocok yaitu kue.
Selain memanfaatkan media sosial, Nefa's Kitchen juga mengajukan KUR BRI pada 2022 lalu. Menurutnya KUR BRI ini bermanfaat untuk mengambangkan usahanya.
"Prosesnya nggak sulit, jelas, dan nggak menyulitkan. Alhamdulillah nggak memberatkan," jelasnya.
Selain KUR BRI, Nefa's Kitchen juga menggunakan BRI untuk pembayaran secara transfer.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Jambi, Tomy Irawan mengatakan program Kredit Usaha Mikro (KUR) bisa membantu pelaku UMKM dalam permodalan. Dana yang dikucurkan bisa mencapai Rp100 juta.
"Dulu hanya bisa sampai dengan Rp50 juta, sekarang bisa sampai Rp100 juta tanpa agunan," ungkapnya.
Kucuran dana ini diberikan secara bertahap berdasarkan volume usaha. Bila usaha sudah berjalan dan settle namun masih kurang modal, baru bisa diberikan KUR sampai dengan Rp100 juta.
Baca juga: Transformasi Digital UMKM Bersama BRI, Sawank Kreatif Kembangkan Undangan Digital di Kabupaten Tebo
Update berita Tribun Jambi di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/UMKM-Nefas-Kitchen-Jual-Produk-hingga-Luar-Kota.jpg)