KKB Papua
Jawaban Mahfud MD Terkait Ancaman KKB Papua akan Tembak Pilot Susi Air dan Minta Papua Merdeka
Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi terkait beredarnya video ancaman penembakan pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Mehrtens oleh KKB Papua.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Menkopolhukam Mahfud MD menanggapi terkait beredarnya video ancaman penembakan pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Mehrtens oleh KKB Papua.
Sebaimana diketahui bahwa Kapten Philips disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak Februari 2023 lalu.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah melalui aparat keamanan dalam mengevakuasi pria berkewarnegaraan Selandia Baru itu.
Namun hingga negosiasi dengan Egianus Kogoya belum membuahkan hasil.
Kabar terbaru, pimpinan KKB Papua itu dikabarkan akan menembak pilot Susi Air jika pemerintah Indonesia tidak melakukan negosiasi.
Bahkan Egianus Kogoya membeikan batas waktu hingga dua bulan kedepan.
Hal dikatakannya melalui video yang beredar diterima Tribunpapua.coom
Terkait ancaman tersebut, Mahfud MD menyampaikan tanggapannya.
Baca juga: Kata Pengamat Militer Soal KKB Papua Ancam Tembak Pilot Susi Air dan Minta Papua Merdeka
Baca juga: Sandiaga Uno Hingga Ahok Jadi Sosok Cawapres Paling Diidamkan Masyarakat, Ini Hasil Surveinya
Dia mengatakan bvahwa pada prinsipnya pemerintah akan menyelamatkan myawa sandera KKB Papua tersebut.
Penegasan itu disampaikannya usai acara Rapat Koordinasi Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan untuk Menyukseskan Pemilu 2024 di Kuningan Jakarta pada Senin (29/5/2023).
"Kalau ancaman dibunuh kan sudah sering, tetapi prinsip kita, kita akan menyelamatkan nyawa sandera. Itu saja," kata Mahfud.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait tenggat ancaman tersebut, Mahfud mengatakan tidak semua harus dibicarakan ke publik.
"Ya nanti aja lihat perkembangannya, menghadapi yang gitu kan tidak harus semua dibicarakan ke publik," kata dia.
KKB Papua Ancam Tembak Pilot Susi Air dan Beri Waktu 2 Bulan
KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya mengancam akan menembak pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtenz.
Bahkan batas waktu diberikan untuk negosiasi pembebasan pilot yang sudah disandera beberapa bulan.
Egianus hanya memberikan waktu selama dua bulan ke pemerintah Indoneia untuk membebaskan Kapten Philip.
Ancaman itu disampaikan Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya.
Dia menyampaikan ancaman tersebut melalui video singkat yang disebarkan Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.
Video yang diperoleh Tribun-Papua.com, di Jayapura, Sabtu (27/5/2023) berdurasi 1 menit lebih 11 detik.
Baca juga: KKB Papua Dikabarkan Serang Aparat Keamanan Saat Patroli di Distrik Kenyam Nduga
Egianus Kogoya memberi waktu dua bulan kepada negara untuk bernegosiasi terkait pembebasan Kapten Philip Mark Merhtenz.
Pria berkewarganegaraan Selandia Baru itu akan ditembak jika tidak ada pembicaraan lebih lanjut.
"Kalau tidak ada pembicaraan, maka kami akan tembak Pilot (Kapten Philip Mark Mehrtenz)," tegas Egianus dalam video tersebut.
Berdasarkan video yang dirilis kelompok pemberontak itu, tampak Kapten Philips Mark Merhtenz terlihat kurus.
Dalam video itu pilot Susi Air itu sambil berbicara dengan memegang bendera bintang kejora.
Tak hanya itu, Kapten Philips juga dikelilingi anggota separatis dan juga Egianus Kogoya yang tepat berada di sebelah pilot asal Selandia Baru ini.
Marten terlihat berbicara di depan kamera, mengatakan para separatis menginginkan negara selain Indonesia untuk terlibat dalam dialog tentang kemerdekaan Papua.
"Negara yang lain, jika tidak bicara dengan Indonesia dalam waktu dua bulan, mereka akan tembak saya," ujar Marten dalam video yang diterima Tribun-Papua.com.
Lebih lanjut Capten Philips Max Marten mengatakan, jika itu tidak terjadi dalam dua bulan maka mereka (KKB Papua) mengatakan akan menembak dirinya.
Diketahui, Kapten Philip Mark Merhtens telah disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), kelompok Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 lalu di Hutan Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan hingga saat ini.
Baca juga: Tanggapan Selandia Baru Soal KKB Papua Egianus Kogoya Ancam Tembak Pilot Susi Air
Sementara itu, dalam Video itu Egianus Kogoya dengan lantang mengatakan bahwa pilot Kapten Mark Merhtenz telah mengakui.
"Pak pilot sudah mengaku bahwa, dari negara, maupun negara indonesia hanya mengaku saja."
"Kami kasih waktu dua bulan saja, kalau dari indonesia tidak mengaku berarti kalau dua bulan ini lewat, kami akan tembak pilot Max Marten," imbuh Egianus.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan aparat keamanan dan petugas kepolisian di Papua belum bisa dikonfirmasi terkait kebenaran video yang beredar luas ini.
Kata Pengamat Militer
Begini kata pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menggapi ancaman yang disampaikan KKB Papua yang akan menembak pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.
Ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya itu disampaikan melalui video.
Khairul mengungkapkan bahwa adanya ancaman tersebut menunjukan dampak operasi psikologi oleh pemerintah.
Sementara ancaman ke Kapten Philip menjadi wujud habisnya kesabaran KKB terkait kemerdekaan Papua yang tak kunjung tercapai.
"Video itu juga bisa merupakan reaksi psikologis yang hadir sebagai dampak operasi psikologis yang dilakukan pemerintah," kata Khairul Fahmi.
"Artinya, rangkaian kombinasi langkah yang ditempuh pemerintah baik yang dilakukan secara senyap, yang dipropagandakan, ditambah dengan narasi-narasi persuasif yang dilakukan telah berhasil menghadirkan persepsi ketidakpastian berlarut dan menghabiskan kesabaran sehingga direaksi dengan peningkatan ancaman dan tenggat waktu," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/5/2023).
Kendati demikian, Khairul menganggap jalur persuasif yang telah diambil pemerintah dalam pembebasan Mehrtens bukan merupakan bentuk kegagalan.
Menurutnya, langkah persuasif oleh pemerintah bukan menjadi satu-satunya strategi yang diambil.
Namun, ada kombinasi strategi yang dipakai pemerintah untuk membebaskan pilot kelahiran Christchurch, Selandia Baru tersebut.
"Lantas apakah ini menandakan jalur persuasif telah gagal? Saya kira tidak ada kegagalan dalam hal ini. Sejak awal jalur persuasif bukanlah satu-satunya langkah yang ditempuh."
"Dalam hal ini tentu saja ada serangkaian kombinasi langkah yang telah dan sedang ditempuh secara bertahap dan terukur oleh pemerintah," kata Khairul.
Khairul menambahkan setidaknya ada beberapa langkah yang mungkin telah dan sudah dilakukan pemerintah terkait pembebasan Mehrtens dari KKB seperti mendengarkan tuntutan, membangun dialog, hingga lewat operasi psikologis.
Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa publik juga harus memaklumi jika strategi pembebasan Mehrtens bersifat rahasia lantaran hal tersebut menjadi aspek yang menentukan berhasil tidaknya operasi.
"Hanya saja, karena kerahasiaan dan kehati-hatian adalah aspek yang menentukan keberhasilan strategi maka pembatasan informasi dan minimnya publikasi, saya kira merupakan sesuatu yang perlu dipahami dan didukung oleh publik," jelasnya.
Khairul pun berharap agar pembebasan Mehrtens tidak perlu dilakukan dengan aksi yang berdarah-darah.
Dia tetap optimis bahwa pembebasan pilot Susi Air tersebut dapat dilakukan dengan upaya persuasif serta peningkatan tekanan psikologi secara terukur.
"Namun jika kekerasan tak terhindarkan, tentunya kita berharap kerugian dan korban jiwa dapat ditekan, terutama dari pihak aparat yang melakukan evakuasi. Bagaimanapun kita juga masih perlu mengungkap dan mendalami apa yang sesungguhnya terjadi dan mengklarifikasi berbagai isu yang menyertai kasus yang disebut sebagai aksi penyanderaan ini," tukasnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Mahasiswa Akutansi UNJA Raih Juara Tiga Kompetisi Perencanaan Bisnis Tingkat Nasional
Baca juga: Soal SK Hairan Sebagai Ketua NasDem Tanjabbar, Syarif Fasha Tegaskan Tak Tahu
Baca juga: Pemprov Jambi Tambah Usulan Kuota PPPK Jadi 1.000 Formasi
Baca juga: Sandiaga Uno Hingga Ahok Jadi Sosok Cawapres Paling Diidamkan Masyarakat, Ini Hasil Surveinya
Artikel ini diolah dari Tribunnews.com
KKB
Papua
KKB Papua
Sebby Sambom
Menkopolhukam
Mahfud MD
Egianus Kogoya
ancaman
pengamat militer
Tribunjambi.com
Kata Pengamat Militer Soal KKB Papua Ancam Tembak Pilot Susi Air dan Minta Papua Merdeka |
![]() |
---|
KKB Papua Dikabarkan Serang Aparat Keamanan Saat Patroli di Distrik Kenyam Nduga |
![]() |
---|
Tanggapan Selandia Baru Soal KKB Papua Egianus Kogoya Ancam Tembak Pilot Susi Air |
![]() |
---|
Kata Wapres Maruf Amin Soal KKB Papua Egianus Kogoya Ancam Tembak Pilot Susi Air |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.