Dinas Peternakan Batanghari Imbau Peternak Waspada di Musim Kemarau

BMKG Sultan Thaha Jambi memprakiraan cuaca pada dasarian I Mei hingga dasarian II Juni menjadi awal musim kemarau di Provinsi Jambi.

istimewa
Banyak kerbau mati mendadak, diduga akibat terjangkit Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok. 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi memprakiraan cuaca pada dasarian I Mei hingga dasarian II Juni menjadi awal musim kemarau di Provinsi Jambi.

Kemudian bulan Juli hingga Agustus diperkirakan akan menjadi puncak musim kemarau di Provinsi Jambi.

Di Kabupaten Batanghari sendiri, BPBD Kabupaten Batanghari telah mengimbau kepada masyarakat terkait dengan cuaca ekstrem ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari Maram Mulya Pane juga menghimbau kepada peternak agar lebih waspada karena pada kondisi cuaca ekstrem dikhawatirkan akan terjadi penularan penyakit pada hewan ternak.

"Untuk mengahadapi iklim yang panas sekarang ini. Kami sudah mengantisipasi, agar masyarakat untuk melakukan segera dan melihat ada tanda terkena penyakit," ujarnya.

Meski belum ada laporan resmi, terkait matinya hewan ternak pada saat musim kemarau ini. Pane mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan vaksinasi kepada hewan ternak.

Mudah-mudahan dengan adanya pemberian vaksin tersebut ada kekebalan yang terbentuk, " ujarnya.

Baca juga: Dinas Peternakan Batanghari Terima Laporan Penyakit Ngorok Serang Ternak Warga

Baca juga: Siapkan Anggaran Rp775 Juta, DPPP Batanghari Akan Hibahkan 50 Unit Kolam Bioflok

Baca juga: 10 Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Batanghari Segera Disidangkan

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved