Ukraina Gabung NATO, Artinya Jika Diserang Rusia, Aliansi Termasuk AS Wajib Membantu

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg mengatakan pada Jumat (21/4/2023), bahwa semua sekutu NATO setuju Ukraina menjadi anggota.

Editor: Suci Rahayu PK
Dimitar Dilkoff/AFP melalui Getty Images
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada konferensi pers di Kyiv, pada 20 April 2023 

TRIBUNJAMBI.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg mengatakan pada Jumat (21/4/2023), bahwa semua sekutu NATO setuju Ukraina menjadi anggota.

Stoltenberg secara konsisten mengatakan Kiev akan bergabung dengan NATO dalam jangka menengah, setelah invasi Rusia berakhir.

Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban kaget setengah mati setelah tahu NATO setuju menjadikan Ukraina sebagai anggota.

Orban pun mengungkapkan kekagetannya hanya dengan satu tulisan pada cuitannya di Twitter.

“Apa?!” tulis Orban di microblog tersebut seperti dikutip dari BBC, yang memperlihatkan reaksinya atas komentar Stoltenberg.

NATO merupakan aliansi militer dari 31 negara, yang kebanyakan berasal dari Eropa.

Tetapi di antara anggota juga terdapat AS, serta Kanada.

Baca juga: 4 Wisatawan Dikabarkan Terseret Ombak di Pantai Karang Panganten Jawa Barat, 2 Orang Hilang

Baca juga: Baku Tembak dengan KKB Papua, Pratu Faris Khairuddin Meningga Dunia

Hungaria juga merupakan anggota NATO, dan seperti anggota lainnya, negara itu bisa melakukan veto terkait anggota yang akan bergabung.

Anggota NATO, termasuk Hungaria pada 2008 sebenarnya setuju bahwa Ukraina akan bergabung dengan mereka. Meski begitu, mereka tak langsung memberikan keanggotaan.

Dengan bergabung bersama NATO, maka akan terlindungi sesuai artikel Lima aliansi itu, yang menegaskan menyerang salah satu anggota berarti juga menyerang seluruhnya.

Artinya, jika Ukraina yang bergabung kemudian diinvasi atau diserang, seluruh anggota NATO termasuk AS, akan memberikan bantuan.

Namun, Hungaria yang bergabung pada 1999, telah menunjukkan keinginan untuk menentang perluasan aliansi tersebut.

Mereka memang akhirnya menyetujui bergabungnya Finlandia, dan ikut menandatangani persetujuannya pada bulan Maret setelah berbulan-bulan menunda.

Namun, kini mereka bergabung dengan Turki untuk menahan permintaan Swedia untuk bergabung.

Meski mayoritas anggota NATO menentang Rusia karena invasi ke Ukraina, Hungaria tetap memperlihatkan hubungan yang mesra dengan Moskow.

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: 4 Wisatawan Dikabarkan Terseret Ombak di Pantai Karang Panganten Jawa Barat, 2 Orang Hilang

Baca juga: Pengamat Sebut Ganjar Pranowo Jadi Capres PDIP Karena Pencitraan

Baca juga: Baku Tembak dengan KKB Papua, Pratu Faris Khairuddin Meningga Dunia

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved