Khazanah Islami

Cara Itikaf di Masjid, Dianjurkan Dikerjakan saat Ramadhan

Itikaf adalah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, dianjurkan  saat Ramadhan terutama di 10 hari terakhir

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNPONTIANAK/ANESH VIDUKA
Tuntunan Itikaf dan Cara Mengerjakannya 

TRIBUNJAMBI.COM -Itikaf adalah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

Dianjurkan  saat Ramadhan terutama di 10 hari terakhir.

Ust Adi Hidayat menjelaskan tentang  cara itikaf.

"Itikaf itu hanya fokus pada sesuatu, ditambah usaha yang maksimal untuk fokus.

Itikaf Salah satu faedah atau manfaatnya supaya bisa memfokuskan diri kita untuk kepentingan ibadah saja." terangnya.

Dilanjutkannya anda ke mesjid supaya fokus, masuk rumah Allah memiliki aturan, apa yang boleh dilakukan dan juga ada yang tidak boleh.

Apabila ingin melaksanakan Itikaf maka harus dilakukan dengan perasaan ikhlas seraya mengucapkan niat sebagai syarat sah saat melaksanakan Itikaf.

Keutamaan Iktikaf


Itikaf dikerjakan di sepuluh malam terakhir Bulan Ramadhan.

Keutamaan itikaf untuk meraih keutamaan di malam Lailatul Qadar.

Nabi Muhammad S.A.W melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan.

Diketahui beliau melakukan itikaf selama 20 hari.


Saat beliau tidak bisa itikaf kemudian beliau menggantinya dengan iktikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal.

Itikaf Nabi Muhammad S.A.W merupakan bukti penting umat muslim beribadah iktikaf .

(TRIBUNSUMSEL.COM)

Baca juga: Keutamaan dan Pahala Sholat Tarawih ke-15 Ramadhan 1444 Hijriah

Baca juga: Sambut Datangnya Lailatul Qodar, Ini Doa yang Dianjurkan Dibaca

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved