Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil dan Biodata Tokoh

Profil dan Biodata Jenderal Dudung Abdurachman, Loper Koran yang Kini Jadi KSAD

Profil dan biodata Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). KSAD Jenderal Dudung Abdurachman disentil Anggota Komisi I DPR

Tayang:
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. 

TRIBUNJAMBI.COM - Profil dan biodata Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman disentil Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Dave Laksono karena tak hadir dalam rapat antara Komisi I DPR dan TNI di ruang rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Dave mengatakan, Dudung sebaiknya menghormati Komisi I DPR sebagaimana Komisi I menghormati TNI AD.

Awalnya, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mempersoalkan ketidakhadiran Dudung Abdurachman yang diwakili oleh Wakil KSAD Letjen TNI Agus Subiyanto. Meutya mengatakan mereka baru tahu pagi ini Dudung Abdurachman tidak hadir rapat.

Meutya menyatakan Komisi I DPR mengapresiasi surat pemberitahuan yang telah dilayangkan oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Akan tetapi, kata dia, biasanya Dudung Abdurachman juga mengirim surat bila tidak menghadiri rapat.

Baca juga: Profil dan Biodata Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR Dua Periode Jokowi

Baca juga: Profil dan Biodata Katy Louise Saunders, Istri Baru Song Joong Ki yang Kini Sedang Hamil

Berikut profil dan biodata Jenderal Dudung Abdurachman

Jenderal TNI Dudung Abdurachman lahir Bandung, 19 November 1965.

Suami/istri: Rahma Setyaningsih ​(m. 1993)​
Anak
1. drg. Nadine Aqmarina Setyaningsih
2. dr. Nina Bonita Hasanah
3. Pratar Muhammad Akbar Abdurachman

Orang tua
Nasuha (ayah)
Nasyati (ibu)

Pendidikan

SDN Patrakomala Kota Bandung (1979)
SMP Persit Kota Bandung (1982)
SMA Negeri 9 Kota Bandung (1985)
S1 (1995)
S2 (2008)
S3 (2022)

Dari loper koran hingga berjualan kue

Perjalanan karier militer Dudung Abdurachman hingga menjadi perwira tinggi tidak dilalui dengan mudah.

Ada kisah perjuangan hidup yang melatarbelakangi keputusan Dudung menjadi tentara. Semua itu diawali ketika Dudung masih menapaki usia remaja.

Saat itu, Dudung harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sebab, Ayahnya meninggal dunia saat Dudung masih SMP pada 1981.

Anak keenam dari delapan bersaudara itu harus membantu ibunya mencari uang. Dengan mengayuh sepeda, ia mengantar koran ke rumah para pelanggan sejak pukul 4 pagi.

Baca juga: Masyarakat Tanjabtim Diminta Waspada Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Baca juga: Loker Jambi 2 Februari 2023 untuk Lulusan SMA hingga Lulusan S1

"Sepeninggal bapak saya, ibu saya ini kan ya secara ekonomi ya namanya janda pensiunan PNS. Akhirnya untuk menopang kehidupan itu saya jualan koran, saya nganter koran, loper koran," ucap Dudung, dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam video BEGINU S2 EPS6: Dudung Abdurachman, Loper Koran dan Keberanian Bersikap Jenderal TNI, dikutip Rabu (26/5/2021).

Selesai mengantar koran sekitar pukul 08.00, Dudung mesti membantu ibunya menjajakan kue klepon di lingkungan Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat. Dudung sengaja memilih sekolah di siang hari supaya ia bisa membantu ibunya.

Lantaran hampir setiap hari mengantar kue, Dudung akhirnya dikenal oleh tentara yang berjaga di depan pintu. Ia kerap menyelonong masuk ke dalam ruangan.

Namun, suatu hari, ketika hendak mengantarkan kue, penjaga yang bertugas merupakan tentara baru yang belum mengenal Dudung.

Mendapati Dudung yang menyelonong masuk tanpa melapor, penjaga itu geram. Ditendanglah kue-kue yang dibawa Dudung hingga berhamburan. Saat itulah, muncul keinginan Dudung untuk menjadi perwira tinggi.

"Ditendanglah kue itu, ada 50 biji, menggelundung. Di situ saya bilang, awas nanti saya jadi perwira. Di situ saya bangkit pengin jadi tentara. Awalnya di situ, padahal dulu cita-cita saya pengin kuliah," kata Dudung sambil tertawa.

"Di situ saya berpikir, ini orang jangan semena-mena sama rakyat kecil. Itu enggak boleh," tuturnya. Tekad Dudung ternyata tak sia-sia. Ia berhasil masuk Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Karir militer Jenderal Dudung Abdurachman

1. Letnan Dua (Letda) sampai dengan Letnan Satu (Lettu)
Danton III Kompi B Yonif 744 (1989-1992)
Danton II Kompi B Yonif 744 (1992-1993)
Danton I Kompi B Yonif 744 (1993-1994)
Kasi 2 Yonif 741 (1994-1995)

2. Kapten
Dankipan A Yonif 741 (1995)
Dan Kelas Satdik Sarcab PK Pusdikif Pussenif (1995-1998)

3. Mayor
Wadan Yonif 410 (1998-1999)
Wadan Yonif 401 (1999-2000)
Kasdim 0733 (2000-2002)
Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002)

4. Letnan Kolonel (Letkol)
Dan Yonif 143 (2002-2004)
Dandim 0406 (2004-2006)
Dandim 0418 (2006-2008)
Dandim 0418 (2006-2008)
Pabandya 2 (2008-2009)
Pabandya 3 (2009-2010)

5. Kolonel
Aspers Kasdam VII (2010-2011)
Danrindam II (2011-2012)
Paban 1 (2012-2013)
Paban 1 (2013-2014)
Pamen Denma Mabes TNI (2014-2015)
Dandenma Mabes TNI (2015)

6. Brigadir Jenderal
Wagub Akmil (2015-2016)
Staf Khusus Kasad (2016-2017)
Waaster Kasad (2017-2018)


7. Mayor Jenderal
Gubernur Akmil (2018-2020)
Pangdam Jayakarta (2020-2021)

8. Letnan Jenderal
Pangkostrad (2021)

9. Jenderal
KSAD (sejak 17 November 2021)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Polda Jambi Cek Urin Puluhan Pengunjung Hiburan Malam di Kota Jambi

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved