Sidang Ferdy Sambo

Arti Pidana Seumur Hidup Menurut Prof Mudzakir, Terkait Kasus Ferdy Sambo

arti pidana seumur hidup menurut Pakar Hukum Pidana Prof Mudzakir adalah pelaku menjalani hukuman sampai dia meninggal dunia secara alamiah

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
CAPTURE YOUTUBE
Ferdy Sambo saat memasuki ruangan sidang, dalam agenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, Selasa (17/1/2023) 

TRIBUNJAMBI.COM - Terdakwa Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Tuntutan itu dibacakan JPU saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

Apa sebenarnya arti pidana seumur hidup? Pakar Hukum Pidana, Prof Mudzakir memberikan penjelasannya.

"Seumur hidup itu selama hayat dikandung badan. Begitu istilah bahasanya, sehingga dia akan menjalani hukuman sampai dia meninggal dunia secara alamiah," kata Mudzakir.

Bagaimana tanggapan pakar hukum pidana ini atas tuntutan JPU yang tidak menuntut dengan hukuman maksimum?

Dia berpandangan, JPU sudah menyampaikan argumennya terutama faktor yang memberatkan, yang sudah disebutkan satu persatu.

Sementara faktor meringankan suami Putri Candrawati itu, disebutkan jaksa tidak ada satu pun yang meringankan.

"Itu artinya apa? Dalam logika hukumnya, kalau tidak ada yang meringankan, itu imbangannya hukumannya adalah maksimum," jelas dia.

Pada pasal 340 KUHP, hukum maksimum untuk terdakwa kasus pembunuhan berencana adalah pidana mati.

Seandainya ada meringankan, ucapnya, maka akan turun dari maksimum kepada level yang bawahnya.

"Kalau ada meringankan lagi, turun lagi ke bawahnya. Tapi kalau tidak ada sama sekali yang meringankan, logika hukumnya adalah pada batas maksimum (pidana mati)," ungkapnya.

Dia melihat JPU menuntut Ferdy Sambo agak berbeda.

"Tidak ada yang meringankan tapi tuntutannya adalah tuntutan pidana penjaranya adalah seumur hidup," ungkapnya.

Dia bilang, apa yang mengubah dari maksimum menjadi seumur hidup, tidak disebutkan dalam tuntutan.

"Ini dilihat dari gradiasinya itu, tertinggi adalah pidana mati, lalu seumur hidup, dan bawahnya 20 tahun penjara. Diancamkan ketiga-tiganya ini supaya memberi alternatif. Tapi kalau nggak ada faktor yang meringankan, seharusnya logikanya adalah ini hukuman maksimum," terangnya, dikutip dari iNews Sore.

Baca juga: Harapan Orangtua Brigadir Yosua Terhadap Tuntutan Putri Candrawati: Putri Inilah Sumber Permasalahan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved