Breaking News:

Cerita Komunitas Disabilitas Jambi, Tetap Berprestasi Meski Miliki Keterbatasan

Beberapa remaja terlihat sedang asik latihan peragaan busana di halaman gerai Batik Rindani di Komplek Setia Negara (Kosera).

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/M Yon Rinaldi
Sahabat Disabilitas Prestasi di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Beberapa remaja terlihat sedang asik latihan peragaan busana di halaman gerai Batik Rindani di Komplek Setia Negara (Kosera) ketika Tribunjambi.com berkunjung ke sana beberpa waktu yang lalu.

Didampingi oleh Ida Maryanti pemilik Batik Rindani, anak-anak remaja ini terlihat antusias latihan, tidak hanya latihan peragaan busana, ada juga yang berlatih bernyanyi hingga fotografi.

Sekilas tidak ada perbedaan dengan anak-anak remaja lain yang sedang belajar seni, namun setelah kita dalami ternyata mereka penyandang disabilitas.

Memiliki kekurangan bukanlah sebuah hambatan untuk berprestasi, itulah moto mereka yang tergabung dalam komunitas Sahabat Disabilitas Prestasi (SDP).

Menariknya komunitas ini terdiri berbagai penyandang disabilitas mulai dari tuna rungu, tuna daksa, tunagrahita hingga tuna netra.

Ida Maryati pendamping dan koordinator komunitas Sahabat Disabilitas Prestasi mengatakan komunitas ini sebagai wadah bagi disabilitas khususnya remaja yang ingin terus berprestasi di berbagai bidang.

"Di sini kita hanya menjembatani dan memberikan fasilitas bagi penyandang disabilitas yang memiliki keinginan untuk terus berkembang dan berprestasi di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Dosen Universitas Jambi Penganiaya Mahasiswa Disabilitas Masih Ditahan di Rutan Polda Jambi

Lebih lanjut Ida mengatakan bahwa komunitas ini ingin merubah paradigma di tengah-tengah masyarakat kalau disabilitas itu tidak bisa berbuat banyak bahkan justru menjadi beban di keluarga.

"Namun dengan hadirnya komunitas ini setidaknya kita bisa membuktikan, jika ada kemauan penyandang disabilitas ini tidak kalah dari segi apa pun," ujarnya.

"Tuhan itu menciptakan manusia dengan kelebihannya masing-masing, di sinilah kita coba kembangkan potensi setiap anggota," tambahnya.

Di komunitas ini Tuna Grahita yang memiliki kekurangan di daya tangkap dan pola pikir mampu di kembangkan hingga memiliki kemampuan fotografi hingga modeling sekaligus.

Menariknya, Anggotanya yang mengalami kondisi tuna netra juga mampu menampilkan peragaan busana hingga tarik suara.

Tribun Jambi sempat di buat kagum dengan satu diantara anggota bernama Rache yang memiliki kekurangan di pendengaran dia bisa di ajak berinteraksi dengan tanpa mengunakan bahasa isyarat, walaupun di saat dia berbicara agak sedikit lambat.

Rachel satu diantara anggota yang berprestasi tingkat internasional, pada lomba make up boddy painting dia berhasil meraih predikat terbaik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved