Usai FGD, APRI Upayakan Izin Pertambangan Rakyat Keluar Tahun Ini

APRI Provinsi Jambi upayakan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di empat daerah usai melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Dani Damanik
Ketua Pelaksana FGD DPW Apri Jambi, H Karyadi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Jambi upayakan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di empat daerah usai melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (10/1/2023).

Empat daerah tersebut yaitu Kabupaten Batang Hari, Tebo, Sarolangun dan Merangin. Ketua Pelaksana FGD DPW Apri Jambi, H Karyadi menyebut ada sebanyak 127 titik Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah dipetakan.

"Sudah keluar SK menterinya untuk WPR, saat ini prosesnya melangkah ke berikutnya untuk mengurus dokumen Kajian Lingkungan Hidup Stategis (KLHS)," katanya.

Dia kemudian mengatakan untuk KLHS tahun ini sudah dianggarkan oleh pemerintah daerah terkait. Dia juga menyebut dalam penelitiannya akan melibatkan universitas.

"Gak tau di tender atau ditunjuk langsung, kalau di Riau ditunjuk langsung," ujarnya.

Baca juga: Paparkan Keuntungan Pertambangan Rakyat, Kemenko Marves Upayakan Zero PETI Tahun 2024

Setelah dokumen KLHS selesai, kata Karyadi selanjutnya akan menuju pengurusan IPR. Dia pun berharap tahun ini dapat memperoleh terbitnya IPR tersebut.

"Mudah-mudahan, kalau lihat pengalaman dari provinsi lain 6 bulan pengurusannya," ucap Karyadi.

Menurut H Karyadi, dari 127 titik WPR tersebut potensi-potensi tambang di antaranya emas, galian c, dan minyak.

"Itu yang paling potensi di Jambi," ujarnya.

Setelah FGD, pihaknya akan meneruskan butiran-butiran hasil rapat hingga ke presiden.

Baca juga: Identitas Pemilik PETI di Desa Tambang Baru Sudah Diketahui, Polres Merangin Kejar Pelaku

"Ke semua dinas terkait bahkan sampai ke presiden agar ada terobosan-terobosan. Karena memang yang menjadi pilot project dari sekian instansi itu dikomandoi oleh kemenko marves," katanya. 

Dalam pertambangan rakyat ini, kata Karyadi di Apri memiliki tim ahli, tim pakar yang akan memberikan edukasi kepada kelompok penambang.

"Itu tugas Apri sendiri. Itu mulai dari kajian alam, kajian lingkungan, kajian teknologi kita sudah punya," tutupnya.

Ikuti berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved