Seolah Tak Takut Dihukum, Aktivitas Pencarian Barang Antik di Suak Kandis Terus Berlanjut

Para pencari barang antik di kawasan Cagar Budaya Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi semakin meraja lela.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Muzakkir
Pencarian barang purbakala di Sungai Batanghari, Suak Kandis, Kumpeh, Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Para pencari barang antik di kawasan Cagar Budaya Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi semakin meraja lela.

Puluhan penyelam bergelantungan di ketek di tengah Sungai Batanghari. Bekerja seolah tidak takut akan adanya peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Tokoh masyarakat setempat menyebut jika pemerintah kurang serius dalam menangani persoalan ini. Selain itu dirinya juga pesimis dengan komentar pihak kepolisian yang akan memberantas kegiatan pencarian barang antik di Suak Kandis ini.

"Sampai saat ini mereka terus bekerja," kata masyarakat setempat.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama tim terpadu menggelar sosialisasi peraturan terkait undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Dalam peraturan tersebut menyatakan bahwa pencarian objek diduga cagar budaya dilarang dan dikenakan sanksi denda berupa hukuman penjara maupun sanksi denda uang.

Pada waktu sosialisasi tersebut, tidak ada pekerja yang memberanikan diri untuk melakukan aktivitas pencarian barang antik tersebut. Namun setelah tim pulang dari lokasi, aktivitas pencarian kembali dilakukan.

Masih beroperasinya pencarian barang tersebut dibenarkan oleh Camat Kumpeh, Dicky. Menurut Dicky, dirinya akan kembali menyurati Kabupaten untuk menindak aktivitas tersebut.

"Sayo sedang siapkan surat laporan ke kabupaten," kata Dicky.

Baca juga: Pencarian Barang Purbakala di Suak Kandis Muaro Jambi Masih Berlangsung, Warga Minta Pemkab Tegas

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menggelar sosialisasi larangan pencarian objek cagar budaya atau objek diduga cagar budaya di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.

Sosialisasi yang dilakukan dikantor camat Kumpeh Ilir Kabupaten Muaro Jambi itu dipimpin oleh Plh Asisten I Setda Muaro Jambi, Sukisno dan dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi Firdaus, Kadis LH, Evi Sahrul, Camat Kumpeh Ilir Dicky, Kabag OPS Polres Muaro Jambi, Kasat Reskrim, Danramil, Kapolsek serta puluhan warga Suak Kandis.

Sosialisasi ini dilakukan karena saat ini banyaknya aktivitas masyarakat yang melakukan pencarian diduga barang cagar budaya yang dilakukan dikawasan Cagar Budaya.

Dalam kegiatan ini, pemerintah menghadirkan Novie Hari Putranto selaku Pamong Budaya Ahli Muda, Balai pelestarian kebudayaan wilayah V Jambi.

Dalam penyampaiannya, sesuai dengan undang-undang nomor 11 tahun 2010, kegiatan pencarian barang purbakala dilarang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved