Editorial
Jangan Lelah Kejar Geng Motor
Kekejaman anggota geng motor di Kota Jambi sudah di luar nalar. Remaja yang tergabung kelompok ini cukup sering melakukan penganiayaan
Kekejaman anggota geng motor di Kota Jambi sudah di luar nalar. Remaja yang tergabung kelompok ini cukup sering melakukan penganiayaan, bahkan korbannya ada yang kehilangan nyawa. Terbaru, RS, pemuda 17 tahun, tewas di Jambi Selatan, pekan lalu.
Pemuda itu meninggal dunia saat bentrokan di kawasan Simpang Haji Kamil, Jambi Selatan. Dia sempat mendapat perawatan atas luka bacok di kepala. Tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
Polisi sudah bertindak, melakukan penangkapan pada 38 orang anggota geng motor yang terindikasi terlibat peristiwa itu.
Setelah pemeriksaan, 26 orang dari mereka ditetapkan sebagai tersangka. Masih ada yang dikejar dan jumlah tersangka bakal tambah banyak lagi.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi, mengatakan masih mengejar pelaku dan eksekutor lain dalam kasus ini. Mereka mengembangkan kasus setelah pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka.
Barang bukti yang dihadirkan beberapa waktu lalu antara lain senjata tajam berbagai jenis, mulai dari jenis pedang, katana, celurit dan yang lainnya. Kesadisan anggota geng motor telah mengakibatkan kecemasan masyarakat.
Baca juga: Maraknya Kasus Geng Motor Menurut Psikolog Jambi
Kota dianggap sudah tidak aman lagi pada malam hari. Rasa waswas menghingapi orang yang mencari kehidupan di malam hari, yang melintas, dan yang berangkat pulang bekerja. Semua cemas menghadapi geng motor.
Seberapa banyak sebenarnya anggota geng motor di Jambi? Tidak ada data pastinya. Tapi menurut Psikolog UIN, Ridwan, geng motor bagaikan fenomena gunung es yang terus ada. Jumlah yang terlihat kini hanya sebagian kecil dari yang diperkirakan ada di dalamnya.
Kumpulan di antara para remaja, yang kemudian jadi geng motor, berawal dari kesetiakawanan tinggi antarsesama anggota.
Namun disayangkan, kesetiakawanan mengarah pada kegiatan dan perilaku negatif anggotanya. Remaja yang mencoba mencari jati diri, saat masuk kelompok ini, bisa jadi tak rasional lagi.
Kita mendukung kepolisian yang terus mengejar anggota geng motor, apalagi yang sudah melakukan tindakan kriminal.
Mereka yang bersalah harus bertanggung jawab setimpal dengan perbuatannya. Namun, di sisi lain, pembinaan harus dilakukan, sebab mereka masih memiliki masa depan yang panjang untuk dijalani.
Penelurusan terhadap remaja yang diduga masuk gang motor perlu dilakukan. Sangat bagus bila ada kolaborasi antara pemerintah dengan penegak hukum. Ini penting untuk mitigasi, agar kelompok remaja yang awalnya hanya sekawanan, tak jadi kelompok yang brutal.
Mereka anak muda yang perlu dibina, disalurkan bakatnya ke arah positif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Anggota-geng-motor-ditangkap-1.jpg)