Erick Thohir Jadi Cawapres Terkuat di Jateng versi Poltracking Indonesia
Nama Menteri BUMN Erick Thohir muncul sebagai cawapres tertinggi dalam survei terbaru Poltracking Indonesia.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Nama Menteri BUMN Erick Thohir muncul sebagai cawapres tertinggi dalam survei terbaru Poltracking Indonesia.
Survei dilakukan di Jawa Tengah (Jateng).
Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Ahmad Hidayah mengatakan Jateng yang merupakan basis suara dari Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menginginkan agar Erick Thohir menjadi Wakil Presiden (wapres) Indonesia selanjutnya.
“Basis suara Jokowi dan Ganjar Pranowo menginginkan Erick Thohir jadi Cawapres,” kata Ahmad, Sabtu (17/12/2022).
Ia menjelaskan Erick Thohir memiliki benang merah atau brand connection dengan Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo.
Erick Thohir terbukti menjadi menteri andalan dan kepercayaan dari Presiden Jokowi.
Baca juga: Kronologi Mahasiswa Disabilitas Universitas Jambi Dianiaya Dosen
Baca juga: PTPN VI Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Wilayah Kodim 0420 Sarko
Erick Thohir juga memiliki banyak keberhasilan dalam membantu Presiden Jokowi dalam menjalankan pemerintahan.
Mulai dari penanggulangan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, pembenahan BUMN, pemberantasan korupsi, penyelamatan dunia sepak bola Indonesia hingga menyukseskan pernikahan Kaesang Pangarep.
Dengan berbagai pengalaman ini, Ganjar Pranowo yang memiliki karakteristik kepemimpinan yang sama dengan Presiden Jokowi dilihat membutuhkan Erick Thohir sebagai pendamping oleh masyarakat Jateng.
Dengan kata lain, masyarakat Jateng yang merupakan basis pendukung Ganjar Pranowo mengharapkan Erick Thohir untuk menjadi pendamping di pemerintahan kelak.
“Jadi memang ada benang merahnya antara Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo dan Erick Thohir. Masyarakat Jateng mendambakan kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir,” kata Ahmad.
Perlu diketahui, Erick Thohir menjadi cawapres terkuat di Jateng saat ini berdasarkan hasil temuan Poltracking Indonesia.
Berdasarkan survei, ia memiliki elektabilitas sebesar 25,4 persen dan menempati posisi pertama.
Sedangkan posisi ke dua yakni Ridwan Kamil hanya memiliki elektabilitas 10,4 persen. Dengan ini keduanya terpaut 15 persen