Batu Silindrik Desa Dusun Tuo Merangin, Situs Megalitikum Zaman Purba

Kabupaten Merangin kaya dengan wisata dan beberapa situs peninggalan berumur ratusan hingga ribuan tahun.

Penulis: Solehan | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Solehan Syaf
Batu Silindrik atau dikenal dengan Batu Larung, yang merupakan situs megalitikum zaman batu atau purba yang terletak di Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Kabupaten Merangin kaya dengan wisata dan beberapa situs peninggalan berumur ratusan hingga ribuan tahun.

Salah satunya Batu Silindrik atau dikenal dengan Batu Larung, yang merupakan situs megalitikum zaman batu atau purba yang terletak di Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin.

Batu ini salah satu dari peninggalan megalitik yang tersebar di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi. 

Batu Silindrik berbentuk bulat panjang yang berukuran 3,45 x 0,94 meter dan terdapat relief berbentuk manusia.

Jika dari Kota Bangko, Batu Silindrik ini hanya berjarak sekira 60 kilometer, atau sekira 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan.

Batu Silindrik berbentuk bulat panjang ini berada di puncak Bukit Lematang dan orientasinya menghadap ke puncak Gunung Nilo dingin.

Baca juga: Gubernur Jambi dan Bupati Merangin Akan Pergi ke Maroko untuk Terima Sertifikat Geopark Merangin

Tidak jauh dari Batu Larung Desa Dusun Tuo, sekira 5 kilometer terdapat Batu Larung Nilo Dingin. Batu Larung lainnya dapat ditemukan lagi dengan perjalananan darat dari Bangko sekira 4-6 jam, tepatnya di Desa Tanjung Kasri, Lubuk Mentilin, dan Renah Kemumu.

Situs megalitikum banyak ditemukan di wilayah Luhak 16. Batu tersebut diduga kuat dulunya digunakan untuk kegiatan keagamaan warga setempat, sekitar ribuan tahun lalu.

Kini batu tersebut dijadikan objek penelitian oleh para ilmuwan dari berbagi disiplin ilmu, baik gemologi, antropologi maupun sejarah. Untuk datang ke tempat bersejarah ini.

General Manager Geopark Merangin, Agus Zainudin mengatakan, Batu Silindrik di Desa Dusun Tuo ini ditemukan sekira tahun 1933 oleh masyakarat.

Saat ini, batu tersebut telah menjadi salah satu aset dari Geopark Merangin.

Terlebih, Batu Silindrik juga menjadi salah satu titik Geopark Merangin-Jambi yang dikunjungi Tim Evaluator Unesco Global Geopark (UGG) beberapa waktu lalu.

Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya, bahwa Batu Silindrik Pratintuo tersebut, terletak di perbukitan dengan ketinggian 800 Mdpl.

Baca juga: Geopark Merangin Dikabarkan Lulus UNESCO Global Geopark, Mashuri: Baru Secara Lisan

‘’Situs Batu Silindrik Pratintuo merupakan peninggalan megalithik berbentuk silindrik, terbuat dari batuan metamorfik,’’ kata Nilwan.

"Batu tersebut berbentuk silindrik memanjang, dengan orientasi ke arah Gunung Hulu Nilo. Ini mengingatkan sebuah tradisi budaya megalithik akan penghormatan roh-roh leluhur yamg bersemayam di atas gunung," tambahnya.

Lanjut Nilwan, bahwa Batu Silindrik memiliki bentuk dan hiasannya sangat khas, terdapat motif hias antropomorfik, goresan geometris dan terdapat pahatan figur manusia yang digoreskan di permukaan batu.

"Informasinya, motif figur manusia itu merupakan representasi leluhur yang selalu memberi perlindungan dan kesejahteraan masyarakat dan keturunannya yang masih hidup di dunia," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved