Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Timur

Takut Sapi Sakit dan Mati, Masih Ada Peternak Tolak Vaksin PMK di Tanjabtim

Kasus PMK memang telah melandai, hal itu tak lepas dari upaya gencar vaksinasi yang dilakukan kendati demikian nyatanya sejumlah peternak sapi

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Peternak sapi di Tanjabtim Niti 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kasus PMK memang telah melandai, hal itu tak lepas dari upaya gencar vaksinasi yang dilakukan kendati demikian nyatanya sejumlah peternak sapi di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat kedapatan masih menolak vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Penolakan ini bukanlah tanpa sebab, mereka khawatir vaksinasi itu justu malah membuat sapinya malah sakit dan mati.

Salah seorang peternak, Niti mengatakan, sejak datangnya program vaksinasi PMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur beberapa bulan yang lalu, hewan ternaknya belum pernah sama sekali disuntik vaksin.

"Jumlah hewan ternak yang dimiliki saya sebanyak 13 ekor sapi," kata Niti, Senin (12/12/2022).

Lanjutnya, info vaksin PMK sudah lama diketahui oleh niti dan peyeenak kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak keswan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengenai vaksin PMK, membuat alasan niti dan sejumlah peternak lainnya disana, enggan menyuntikkan vaksin ke tubuh hewan ternaknya.

Baca juga: Anak Nikita Mirzani Menangis Histeris Bertemu Ibunya di Ruang Sidang, Nyai Akui Arkana Alami Trauma

Baca juga: Tahun 2022, 20.872 Warga Pindah dari Kota Jambi

Selain itu, alasan lain yang menjadi kekhawatiran peternak setempat adalah mobilitas para vaksinator.

"Peternak khawatir mereka malah membawa virus yang menular ke sapi milik mereka," ujarnya.

Niti dan peternak lainnya berharap ada langkah terobosa sosialisasi pihak Keswan mengenai suntik vaksinasi PMK ini.

Sebagaimana diketahui, saat ini PMK di kabupaten Tanjung Jabung timur nihil kasus. Angka kumulatif terakhir mencapai 69 kasus, dengan mayoritas kasus berada di Kecamatan Geragai. (Tribunjambi.com/Rifani Halim)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Tahun 2022, 20.872 Warga Pindah dari Kota Jambi

Baca juga: Kecelakaan Maut di Batanghari, Warga Batin XXIV Tewas Usai Tabrak Belakang Truk

Baca juga: Partai Buruh Jambi Optimis Jadi Peserta Pemilu 2024

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved