Berita Jambi
Dalam Tiga Tahun Terakhir Laporan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jambi Meningkat
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi mencatat laporan kekerasan terhadap anak dan pere
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi mencatat laporan kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat dalam waktu tiga tahun terakhir.
Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan anak (UPTD-PPA) Provinsi Jambi, Asi Noprini pada Sabtu (10/12).
"Sampai dengan 9 Desember 2022, jumlah laporan yang diterima sebanyak 180 laporan," katanya.
Dia pun menyebut adanya kemungkin besar, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan akan terus mengalami peningkatan menjelang akhir tahun.
"Berdasarkan data yang kita punya pada tahun 2020, terdapat 128 laporan, pada tahun 2021 ada 134 laporan, dan pada tahun 2022 baru sampai tanggal 9 Desember sudah ada 180 laporan," tambahnya.
Adapun bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak adalah psikis yaitu sebanyak 93 kasus dan seksual sebanyak 65 kasus.
"Jumlah keseluruhan kekerasan terhadap anak sebanyak 191 kasus, yang terdiri dari kekerasan seksual sebanyak 65 kasus, dan psikis sebanyak 93 kasus, fisik sebanyak 25 kasus, penelantaran 5 kasus dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebanyak 3 kasus. Ini membuktikan bahwa anak-anak lebih banyak mendapatkan kekerasan psikis," ungkapnya.
Hal yang sama terjadi pada perempuan, kata Asi, bentuk kekerasan yang paling banyak dialami perempuan berdasarkan data yang masuk adalah kekerasan psikis.
"Jumlah keseluruhan kekerasan terhadap perempuan berjumlah 94 kasus yang terbagi kekerasan fisik 26 kasus, psikis 56 kasus, kekerasan seksual sebanyak 8 kasus, dan penelantaran 4 kasus," tutupnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Calon PPK Merangin Harus Jelaskan Pengetahuan Tentang Pemilu di Hadapan Komisioner KPU
Baca juga: Beranda Perempuan akan Gelar Pameran Karya Penyintas Korban Kekerasan Seksual di Jambi
Baca juga: Yanti Maria Susanti Deklarasi Maju Jadi Calon Bupati Kerinci di Pilkada 2024