Sidang Ferdy Sambo

Laporan Kuat Maruf soal Pelanggaran Kode Etik Belum Ditindaklanjuti, Ini Alasannya

Komisi Yudisial melum tindaklanjuti laporan Kuat Maruf terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan

Editor: Suci Rahayu PK
Capture KompasTV
Kuat Maruf 

Update kasus Ferdy Sambo

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi Yudisial melum tindaklanjuti laporan Kuat Maruf terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Wahyu Iman Santoso pada sidang pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

Jubir Komisi Yudisial Miko Ginting mengabarkan bahwa pihaknya telah menerima berkas dugaan pelanggaran kode etik yang dilaporkan Kuat Maruf.

Terhadap laporan ini, Komisi Yudisial belum melakukan sidang panel, sehingga belum ada tindaklanjut terkait laporan ini.

Hakim Ketua Wahyu Imam Santosa menunjukkan barang bukti senjata dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Sidang itu beragenda pemeriksaan saksi-saksi
Hakim Ketua Wahyu Imam Santosa menunjukkan barang bukti senjata dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Sidang itu beragenda pemeriksaan saksi-saksi (Tribunnews/JEPRIMA)

"Benar, Komisi Yudisial itu sudah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik dari Kuat Ma'ruf yang disampaikan melalui kuasa hukumnya."

"Jadi kami menerima laporan tersebut kemarin hari Kamis 8 Desember 2022."

"Laporan-laporan ini kan apa merupakan hak dari masyarakat ya dan Komisi Yudisial tidak bisa juga menolak laporan dari masyarakat," jelas Miko dikutip dari Kompas.com.

Namun, jelas Miko, ada tahapan-tahapan dan prosedur dan persyaratan yang harus dilalui di Komisi Yudisial.

"Tahapan pertama adalah tahapan verifikasi, jadi tahapan verifikasi itu bertujuan untuk memeriksa kelengkapan dari laporan, baik secara formal maupun material."

"Jadi kalau dinyatakan lengkap maka kemudian nanti ada tahapan namanya tahapan sidang panel."

"Sidang panel itu untuk menentukan apakah laporan tersebut bisa ditindaklanjuti atau tidak dapat tindaklanjuti."

"Kalau keputusannya dapat ditindaklanjuti maka kita akan melakukan pemeriksaan, baik kepada pelapor, baik kepada saksi maupun kepada hakim terlapornya," jelas Miko.

Baca juga: Begini Kondisi 2 Anggota Polisi Korban Bom Astanaanyar Bandung

Baca juga: Erina Gudono Langkahi Dua Kakak Sebelum Menikah dengan Kaesang Pangarep: Semua Sudah Suratan

Setelahnya, maka tahapan akhirnya adalah sidang pleno.

"Sidang pleno itu untuk menyatakan apakah suatu perbuatan itu melanggar kode etik dan pedoman perilaku Hakim atau tidak," lanjut Miko.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved