Aturan Ganjil Genap Angkutan Batu Bara, Dishub Sebut Berlaku untuk yang Terdaftar di Transportir

Aturan Ganjil Genap Angkutan Batu Bara, Dishub Sebut Hanya Berlaku untuk yang Terdaftar di Transportir

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Angkutan batu bara. 

 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI-Dinas Perhubungan Provinsi Jambi resmi akan terapkan angkutan batu bara di Jambi sistem ganjil genap pada bulan Januari 2023 mendatang.

Dalam menerapkan sistem ganjil genap terhadap angkutan batu bara yang melintasi jalan umum di Provinsi Jambi hanya diberlakukan pada mobil yang sudah terdaftar pada transpotir berbadan hukum bukan milik perorangan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ismed Wijaya usai melakukan rapat bersama pihak perusahaan tambang, transportir dan pihak pelabuhan TUKS pada Jumat (09/12/22).

"Mekanisme ganjil genap ini berlaku untuk semua mobil angkutan Batubara yang sudah terdaftar di transportir berbadan hukum. Bukan mobil milik perorangan," kata Ismed Wijaya.

Ismed Wijaya menyebut, dari jumlah total 12 pelabuhan yang menampung Batubara di Provinsi Jambi, lebih kurang sekitar 60 perusahaan tambang yang masih aktif. Jumlah kendaraannya pun sekitar 9.300 kenderaaan yang beroperasi.

Nanti dalam operasionalnya hanya dibolehkan berangkat sebagian yang memiliki nomor stiker ganjil genap yang sudah terpasang oleh pihak Dinas Perhubungan.

Baca juga: Respon Keras Dirlantas Polda Jambi soal Kebijakan Ganjil-Genap Truk Batu Bara

Diterapkan ganjil genap angkutan Batubara di Provinsi Jambi, bukan dilihat dari nomor pelat kendaraan, namun dari nomor stiker yang sudah terpasang pada masing-masing mobil angkutan Batubara tersebut.

"Jumlah angkutan batu bara yang dibolehkan beroperasi setiap harinya sebanyak 4.650 mobil. Mobil yang beroperasi tersebut dengan catatan sudah terpasang nomor stiker ganjil genap. Artinya mobil bernomor stiker ganjil berangkat pada tanggal ganjil, sedangkan nomor stiker genap berangkat di tanggal genap," ujarnya.

Aturan ganjil genap ini merupakan trik untuk mengurai kemacetan dan menata persoalan angkutan batu bara di Provinsi Jambi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Dirlantas Polda Jambi.

Dari aturan yang akan diterapkan itu, Ismed Wijaya mengakui sudah mendapatkan penyataan dukungan dari pihak perusahaan tambang, pihak pelabuhan maupun pihak transportir.

Baca juga: Khusus Sabtu Malam Minggu, Pemkab Batanghari Imbau Sopir Batu Bara Menunda Operasional, Ada Apa?

"Mereka sangat mendukung, artinya dari aturan ini haruslah sama-sama kita dukung karena tidak dibuat seperti ini kapan lagi mengatur persoalan batu bara. Dari kesepakatan ini akan saya laporkan ke satgaswas angkutan Batubara Provinsi Jambi," tuturnya.

Jika kedapatan mobil angkutan Batubara beroperasi tidak sesuai nomor striker ganjil genap akan ditolak oleh petugas yang berjaga di pelabuhan. Karena akan selalu diawasi oleh petugas di pelabuhan.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved