Kisruh Warga Sponjen vs PT BBS, Masyarakat Dirikan Tenda di Tengah Perusahaan

Puluhan masyarakat Desa Sponjen, Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro menduduki lahan yang kini dikuasai oleh PT Bukit Bintang Sawit (BBS).

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Puluhan masyarakat Desa Sponjen Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro menduduki lahan yang kini dikuasai oleh PT Bukit Bintang Sawit (BBS). 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Puluhan masyarakat Desa Sponjen, Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro menduduki lahan yang kini dikuasai oleh PT Bukit Bintang Sawit (BBS).

Mereka mendirikan tenda dari terpal biru diatas lahan yang mereka anggap lahan milik mereka. Mereka menyebut tak akan menghentikan aksinya sebelum ada solusi atau kejelasan terkait tuntutan mereka. 

"Hari ini kami berdiri di sini meminta ketegasan pemerintah, agar persoalan ini tak berlarut," kata Afrizal Mahadi, perwakilan masyarakat Desa Sponjen Kamis (8/12). 

Mereka berharap pemkab Muaro Jambi bisa memberikan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan konflik agar masyarakat desa Sponjen mendapatkan keadilan sehingga kami tidak melakukan aksi penguasaan lahan kebun PT BBS ini.

Persoalan sengketa lahan antara warga Seponjen Kecamatan Kumpeh vs PT Bukit Bintang Sawit (BBS) masih terus bergulir. Warga meminta pihak PT BBS memberikan hak mereka dalam pola kemitraan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Komisi III Rekomendasikan Dinas Lingkuhan Hidup Muarojambi Beri Sanksi ke PT BBS Terkait Limbah

Untuk mengurai benang kusut persoalan sengketa lahan ini, telah dilaksanakan beberapa kali rapat atau pun pertemuan pihak-pihak terkait. Namun nanpaknya titik temu itu belum jua tercapai. 

Sebelumnya, pada 17 November 2022, diadakan pertemuan antara warga desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Sponjen. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa poin yang dihasilkan diantaranya masyarakat desa Sponjen menolak hasil rapat pada Selasa (8/11) lalu yang dilaksanakan di Sengeti. 

Masyarakat juga meminta pembagian lahan khusus di wilayah administrasi kecamatan Kumpeh, lahan tersebut adalah lahan yang sudah produksi. Selanjutnya, poin keempat warga meminta pembagian lahan tersebut tidak tergabung dengan desa lain. 

Apabila 4 poin tersebut tak dipenuhi, maka warga akan melakukan penguasaan lahan PT BBS di Desa Sponjen dikarenakan pihak perusahaan yang sudah 15 tahun beroperasi di sana namun tak kunjung ada kejelasan tentang pola kemitraan.

Baca juga: Warga Seponjen Muarojambi Dihebohkan Penemuan Jejak Kaki Harimau Berukuran Besar

Selang waktu berlalu, nampaknya keinginan warga tak dipenuhi. Hari ini,  Kamis (8/12) warga menggelar aksi seperti yang sudah mereka sampaikan sebelumnya. 

“Kami akan tetap di sini sampai ada kejelasan atas hak kami,” ungkap warga. (*)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved