Indikator Kesejahteraan di Provinsi Jambi Alami Peningkatan

Surplus neraca perdagangan sebesar lebih dari US$ 1.000,00 turut memberi andil dalam pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jambi.

shutterstock.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Surplus neraca perdagangan sebesar lebih dari US$ 1.000,00 turut memberi andil dalam pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jambi.

Surplus neraca perdagangan tersebut merupakan modal berharga bagi perekonomian regional Jambi dalam menghadapi ancaman stagflasi dan kenaikan nilai tukar mata uang asing.

Supendi, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jambi berujar, sejalan dengan perbaikan pada indikator makro ekonomi, indikator kesejahteraan di Provinsi Jambi juga mengalami peningkatan.

"Tingkat Kemiskinan (7,62 persen, sebelumnya 7,97 persen), Tingkat Pengangguran Terbuka (4,59 persen, sebelumnya 4,7persen), dan Gini Ratio (0,320, sebelumnya 0,325) secara berturut-turut mengalami penurunan dan dibarengi dengan penguatan Indeks Pembangunan Manusia (72,14, sebelumnya 71,63)," tuturnya.

Baca juga: Fraksi NasDem-Hanuran DPRD Provinsi Jambi Dorong Pemprov Turunkan Kemiskinan Ekstrem

Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Nelayan juga menunjukkan peningkatan yang menunjukkan sektor perekonomian unggulan di Provinsi Jambi sedang dalam kondisi yang baik.

Selain itu, kinerja pemulihan ekonomi Indonesia masih tetap berjalan dan cukup kuat.

Di tengah stagflasi perkonomian global, pertumbuhan perekonomian Indonesia terus menorehkan catatan yang baik.

Secara regional pada kuartal III Tahun 2022, di Provinsi Jambi, pertumbuhan perekonomian tumbuh di angka 5,20 (yoy) dengan PDRB sebesar Rp71,6 T yang didominasi oleh sektor Pertanian, sektor Pertambangan, dan sektor Perdagangan.

Perkembangan inflasi yang telah menjadi perhatian beberapa pihak turut mengalami perbaikan secara bertahap.

Baca juga: Atasi Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Provinsi Jambi Minta Pemprov Perbaiki Kualitas Belanja Daerah

Pada periode Oktober 2022, inflasi tercatat di angka 7,10 persen secara yoy atau mengalami deflasi sebesar 2,27 persen secara mtm.

Deflasi periode kali ini dipengaruhi oleh beberapa komoditi yang sebelumnya menjadi penyumbang inflasi pada periode sebelumnya.

Artinya, beberapa upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi telah membuahkan hasil.
(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved