Sidang Ferdy Sambo

Hancur Hati Rynecke Melihat Bharada Richard Elizer Pakai Baju Tahanan, Kuatkan Anak Bicara Jujur

Rynecke Alma Pudihang, ibunda Bharada Richard Eliezer merasa hancur saat pertama bertemu anaknya di tahanana Mabes Polri

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
CAPTURE KOMPAS TV
Rynecke Alma Pudihang, ibunda Bharada Richard Eliezer, di program Rosi Kompas TV 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ibu mana yang tega melihat anaknya memakai baju tahanan? Itu pula yang dialami oleh Rynecke Alma Pudihang, ibunda Bharada Richard Eliezer.

Dia merasa hancur saat pertama bertemu anaknya, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, yang saat itu ditahan di Mabes Polri.

"Saya lihat dia sudah pakai rompi orange. Hancur hati saya," kata Rynecke sembari menangis, di program Rosi Kompas TV.

Dia biasanya melihat anaknya dengan gagahnya menggunakan seragam polisi, tapi pada malam itu, pemandangan yang sangat kontras yang dilihatnya.

"Dia masuk polisi itu karena perjuangannya sendiri. Dia berjuang sampai dia melewati semua tahap," ungkapnya.

Melihat seragam anaknya yang terbaru, Rynecke pun langsung memeluk anaknya ketika diberi kesempatan untuk bertemu malam itu, Agustus lalu.

Ibunda Bharada E itu mengatakan, dia dan suaminya datang ke Mabes Polri setelah ada telepon pada mereka. Posisinya saat itu sedang di Jakarta.

"Mama saya sudah sangat tersiksa, hanya makan nasi sama sayur. Mereka yang melakukannya, yang terlibat itu enak-enak di luar," kata Bharada E kepada ibundanya lewat telepon saat itu.

Mereka berbicara di telepon itu sambil menangis.

Pada saat itu juga, ungkap Rynecke, Richard Eliezer sudah mengatakan akan bicara jujur.

"Dia bilang seperti itu. lalu saya nangis. Kami berdua telepon nangis. Saya bilang sama dia, harus bicara jujur nggak usah sembunyi," terangnya.

"Dia bilang, mama saya sudah mau jujur malam ini. Dia minta sama saya, sama bapaknya juga, malam itu harus ke Mabes, harus ke sana, ketemu dia," jelasnya.

Akhirnya mereka berangkat ditemani oleh sejumlah perwira dan juga anggota Brimob untuk bisa menjengung Richard Eliezer.

Saat diberi kesempatan untuk masuk bertemu tahanan, mereka bertiga berpelukan dan menangis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved