Berita Kota Jambi

Wali Kota Jambi Keluarkan Instruksi Terkait Pelarangan Penjualan LPG 3 Kg di Toko dan Swalayan

Menindak lanjuti tingginya harga tabung gas LPG 3 kilogram di toko-toko. Wali Kota Jambi, Syarif Fasha resmi mengeluarkan instruksi pelarangan penjual

Tribunjambi.com/ Srituti Apriliani Putri
Wali Kota Jambi Syarif Fasha 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menindak lanjuti tingginya harga tabung gas LPG 3 kilogram di toko-toko. Wali Kota Jambi, Syarif Fasha resmi mengeluarkan instruksi pelarangan penjualan tabung gas LPG 3 kilogram di toko, warung dan swalayan.

Melalui Kabid Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Jambi, Hendra Saputra menjelaskan peraturan tersebut tertuang dalam instruksi Wali Kota Jambi Nomor 22/INS/XI/HKU/2022 tentang Pengawasan Distribusi LPG Tabung 3 Kilogram di Kota Jambi.

Dalam instruksi Wali Kota Jambi tersebut dijelaskan, akan dilaksanakan pengawasan terhadap penjualan LPG kilogram bersubsidi dilakukan oleh pemilik pangkalan ditempat yang terdaftar secara resmi pada PT Pertamina Petra Niaga Jambi.

Selanjutnya, pangkalan hanya menjual LPG 3 kilogram kepada rumah tangga dan usaha mikro yang telah ditetapkan untuk masing-masing pangkalan dan memiliki kartu pelanggan, serta dilarang menjual LPG 3 kilogram bersubsidi kepada warung, toko dan swalayan.

Waktu penjualan LPG 3 kilogram kepada rumah tangga dan usaha mikro dimulai sejak LPG 3 kilogram disalurkan oleh agen ke pangkalan sampai dengan H-1 kedatangan LPG 3 kilogram bersubsidi selanjutnya di pangkalan tersebut.

Serta, pangkalan wajib memberikan informasi penyaluran LPG 3 kilogram dari agen yang mudah terlihat oleh rumah tangga dan usaha mikro pengguna.

Harga penjualan elpiji 3 kilogram oleh pangkalan kepada rumah tangga dan usaha mikro pengguna sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan, yakni Rp17 ribu.

"Apabila ditemukan pelanggaran atas pelaksanaan distribusi LPG 3 kilogram oleh pangkalan agar dilakukan penindakan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," kata Fasha.

Sebelumnya Fasha juga mengatakan bahwa warung dan toko dapat menjual gas LPG, namun bukan gas bersubsidi

"Apakah warung tidak boleh menjual gas, boleh. Tapi tidak boleh menjual gas 3 kilogram. Boleh yang 5 kilogram, karena gas LPG 3 kilogram ini hanya dipangkalan-pangkalan," tegasnya.

Ia juga mengatakan untuk pangkalan yang masih menjualkan gas LPG 3 kilogram kepada masyarakat diluar Logbook, pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi yakni berupa rekomendasi pencabutan izin.

"Sangat berat hati, pangkalannya kami rekomendasikan untuk dicabut izinnya," sebut Fasha.

Selain itu, ia juga meminta tim di kelurahan untuk dapat melakukan swipping ke warung-warung.

"Kami juga minta untuk aparat di tingkat Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas untuk melaksanakan sweeping apabila ada warung yang menjual gas 3 kilogram," terangnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Beredar Video Ibu di Tapanuli Melahirkan di Teras Puskesmas yang Tutup

Baca juga: Tahapan PPPK Guru di Tebo Masuk Tahap Penilaian Kesesuain

Baca juga: 3 Drama Korea Desember 2022, Ada Alchemy of Souls dan Money Heist Korea

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved