36 Program Kerja Bupati Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar untuk Kesejahteraan Masyarakat

Fadhil Arief mengakui pelaksanaan program kerja selama ini banyak tantangan, terutama support anggaran.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Bupati Fadhil Arief, Wabup Bakhtiar mendampingi Wakil Gubernur Jambi dalam menghadiri rapat paripurna DPRD dalam rangka HUT ke 74 Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Kabupaten Batanghari kini berusia ke 74 tahun, begitu juga dengan masa jabatan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar masuk tahun ke dua.

Berbagai kinerja sudah dijalankan oleh Mantan Sekda Muaro Jambi ini.

Slogan Arah Baru Batanghari Tangguh, mengusung 36 program kerja prioritas.

Fadhil Arief bilang dari 36 program diantaranya 34 program kerja sudah dijalankan.

“Ada 2 program kerja yang memang dischedulekan penganggarannya ditahun berikutnya,”

“Saya yakin bahwa program ini bisa membuat akselerasi bagi kemajuan Kabupaten Batanghari yang nanti endingnya kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batanghari,” katanya usai menghadiri rapat paripurna dalam rangka memperingati HUT ke 74 Kabupaten Batanghari, Kamis (1/12/2022).

Fadhil Arief mengakui pelaksanaan program kerja selama ini banyak tantangan, terutama support anggaran, kemudian bagaimana sinergi dengan semua pihak, sebab tidak mungkin bupati dan wakil bupati saja yang melakukan itu.

“Kita tahu Batanghari, usianya sudah sangat matang dan kabupaten tertua di Provinsi Jambi ini masih banyak perlu yang kita benahi. Kematangan ini, disatu sisi menguntungkan, disuatu sisi menjadi tantangan karena banyak yang perlu diperbaiki,”

“Saya yakin dan percaya dengan niat baik, usaha yang sungguh-sungguh, ikhtiar yang tulus dengan izin Allh SWT kita doakan bersama bahwa kita bisa merubah Kabupaten Batanghari,” ucapnya.

Dengan usia 74 tahun ini diharapkan, tetap mempertahankan semboyan Bumi Serentak Bak Regam dengan mengelola perbedaan yang ada, karena perbedaan itu pasti harus ada tapi bagaimana perbedaan menjadi penguat bukan menjadi perpecahan.

“Ini yang perlu ditanamkan dari filosofi itu dan dari pendiri Batanghari dulu. Serentak Bak Regam bersama kita bisa, bersama bisa menjadi lebih mudah,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved