Permasalahan Pemotongan Gaji Guru Honorer SMP 2 Merangin Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Guru honorer SMP 2 Kabupaten Merangin yang gajinya dipotong oleh pihak sekolah mengaku dipanggil oleh kepala sekolah, Rabu (30/11/2022) pagi.

Penulis: Solehan | Editor: Teguh Suprayitno
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi uang. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN – Guru honorer SMP 2 Kabupaten Merangin yang gajinya dipotong oleh pihak sekolah mengaku dipanggil oleh kepala sekolah, Rabu (30/11/2022) pagi.

Saat pemanggilan itu kata N, pihak sekolah mengembalikan ATM dan sejumlah uang, sesuai yang tertera di rekening pribadinya.

“Alhamdulillah saat ini ATM dan uang sesuai di buku tabungan telah dikembalikan seutuhnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 2 Merangin, Elfita mengatakan, bahwa benar dirinya mengumpulkan semua honorer yang ada di sekolah.

‘’Pada pertemuan itu, semua hak-hak guru honorer telah diberikan dan diselesaikan secara kekeluargaan,’’ kata Elfita, Rabu (30/11/2022).

Elfita menambahkan, kejadian ini akan dijadikan sebagai pelajarannya.

‘’Karena saya baru menjadi Kepala Sekolah di sini, sehingga kejadian ini sebenarnya merupakan aturan dari kepala sekolah sebelumnya,’’ tegasnya.

Baca juga: Dugaan Pemotongan Gaji Guru Honorer, Kepala Dinas Pendidikan Panggil Kepsek SMP 2 Merangin

Diberitakan sebelumnya, guru honorer di SMP 2 Merangin, berinisial N mengeluhkan adanya dugaan pemotongan gaji oleh pihak sekolah.

N yang telah menjadi guru honorer selama 5 tahun ini mengatakan, bahwa sejak menjadi guru honorer, dirinya mendapatkan gaji Rp900 ribu untuk tiga bulan, dengan sistem pembayaran cash oleh bendahara sekolah.

"Namun pada beberapa triwulan lalu, pihak sekolah meminta kami membuat rekening pribadi di bank daerah. Setelah rekening berhasil dibuat, kemudian masuklah sejumlah uang senilai Rp2,5 juta, jauh lebih besar dari yang biasanya diterima, yaitu Rp900 ribu," kata N, Selasa (29/11/2022).

Namun setelah mendapatkan informasi ada uang masuk di buku tabungan rekening, para guru honorer kemudian dipanggil oleh pihak sekolah, yang meminta guru honorer menyerahkan ATM dan PIN, dengan alasan adanya kesalahan dalam transfer.

"Yang membuat kami bingung, jika terjadi kesalahan transfer, maka harus hanya satu kali. Sedangkan ini, terjadi berulang kali, sehingga kami menduga jangan-jangan memang gaji kami pertiga bulan nilainya Rp2,5 juta, bukan Rp900 ribu," lanjutnya.

Baca juga: Bupati Merangin Perintahkan Sekda Telusuri Pemotongan Gaji Guru Honorer SMP 2 Merangin

N menyebut, bahwa memang saat mulai menjadi guru honorer, dirinya dijanjikan mendapatkan Rp 7 ribu perjam, yang jika ditotalkan perbulan, angka nya memang mencapai Rp2,5 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved