Perang Rusia Ukraina

Latvia Desak NATO Ijinkan Ukraina Gantian Serang Wilayah Rusia

Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevics berharap NATO ijinkan serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia secara langsung.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
REUTERS/Alexander Ermochenko
Suasana Kherson yang hancur akibat serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga saat ini belum ada serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia secara langsung.

Namun peluang serangan Kiev ke Kremlin bisa saja terjadi atas dorongan NATO.

Hal ini yang disampaikan Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevics.

Hal ini dikemukakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg di sela-sela pertemuan menteri luar negeri NATO di Bucharest pada Selasa (29/11/2022).

Pertama Presiden Zelensky harus mengerahkan pasukannya menyerang situs potensial Moskow.

"Kita harus mengizinkan Ukraina menggunakan senjata untuk menargetkan situs rudal atau lapangan udara dari tempat operasi itu diluncurkan," kata Rinkevics dikutip dari Russia Today, Rabu (30/11/2022).


Latvia kini menjadi salah satu pendukung Kiev yang paling vokal dalam konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Pejabat tinggi negara itu telah berulang kali melakukan tur ke Kiev untuk menunjukkan dukungan mereka.

Kunjungan terakhir dilakukan akhir pekan lalu ketika Rinkevics, bersama rekan-rekannya dari Lituania, Estonia, Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Islandia bertemu Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.

Ukraina Dibombardir Rudal

32 orang tewas dalam serangan yang dilakukan Rusia di Kherson, wilayah yang diklaim milik Ukraina.

Kepala Polisi Nasional Ukraina, Ihor Klymenko, mengungkap pasukan Rusia menembaki Kota Kherson.

"Penembakan Rusia setiap hari menghancurkan kota dan membunuh penduduk lokal yang damai. Secara keseluruhan, Rusia telah membunuh 32 warga sipil di wilayah Kherson sejak deokupasi," kata Ihor Klymenko dalam satu unggahan di Facebook, dikutip dari Reuters.

Sejumlah  orang mengungsi untuk mencari perlindungan di daerah yang lebih tenang di Ukraina.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved