Gempa Cianjur

Update Korban Meninggal Gempa Cianjur Capai 321 Orang, 11 Orang Dilaporkan Hilang

UPDATE korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur kini dilaporkan sebanyak 321 orang.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
KOMPAS TV
Kondisi akibat gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur kini dilaporkan sebanyak 321 orang.

Hingga kini, Minggu (27/11/2022) malam jumlah korban terus bertambah.

Dikutip dari Kompas.com, tim gabungan berhasil menemukan 11 orang yang sebelumnya hilang.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut, total jumlah korban tersebut terhitung setelah ditemukannya tiga jenazah pada hari ini.

"Terkait dengan pencarian dan pertolongan korban, hari ini ditemukan tiga jenazah. Berarti dengan ditemukannya tiga ini, sampai hari ini yang meninggal dunia menjadi 321 orang," kata Suharyanto dalam konferensi pers, dikutip dari Youtube BNPB, Minggu sore.

Jumlah akumulasi warga yang mengungsi sebanyak 73.693 orang. Terkait dengan distribusi bantuan, saat ini masih terus dilakukan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga tetap waspada akan adanya gempa susulan.

Terlebih hingga Sabtu (26/11/2022) pukul 06.00 WIB, tercatat adanya 259 gempa susulan. Ratusan gempa susulan itu memiliki kekuatan bervariasi.

Baca juga: Cerita Kafe Arseven yang Lenyap Tersapu Longsor di Gempa Cianjur, Barista Muhammad Irvan Hilang

"Update susulan gempa Cianjur Mw 5,6. Gempa susulan sampai dengan 26 November 2022 pukul 06.00 WIB terjadi 259 kali gempa. Mag terbesar 4,2 dan terkecil 1,2," tulis Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono pada akun Twitter-nya, Sabtu .

Terkait banyaknya gempa susulan yang masih terjadi, pihaknya mengatakan umumnya gempa susulan memang muncul dalam waktu sepekan.

"Biasanya lama pergeseran lempeng terjadi semingguan," kata dia, dikutip dari Kompas.com, Jumat (25/11/2022).

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada akan dampak gempa susulan.

"Masih perlu waspada untuk rumah yang sudah retak, rusak sebagian, lereng yang tidak stabil," ucapnya.

Gempa Cianjur menimbulkan dampak signifikan karena berjenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Jenis gempa itu juga yang menjadikan alasan mengapa ada banyak gempa susulan pasca-guncangan gempa utama di Cianjur.

Artikel ini diolah dari Kompas.com

Baca juga: Berdzikir saat Tertimpa Bangunan, Ustaz Ahmad Selamat dari Gempa Cianjur

Baca juga: Cerita Pilu Ahmad, Ibu Meninggal namun Anak Istri Belum Ditemukan Tertimbun Longsor Gempa Cianjur

Baca juga: Cerita di Pengungsian Gempa Cianjur, Bapak-bapak Pakai Daster Viral di Media Sosial

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved