Berita Muaro Jambi

Ratusan Ruang Belajar di Muaro Jambi Rusak, Dinas Pendidikan Upayakan Perbaikan

Ruang belajar yang disebut mayoritas sekolah tua yang terbuat dari papan. Bahkan ada usianya yang mencapai puluhan tahun.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rahimin
tribunjambi/muzakkir
Kepala Dinas Pendidikan Muaro Jambi Firdaus. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Lebih kurang 300 ruang belajar (rumbel) sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Muaro Jambi rusak.

Ruang belajar yang rusak tersebut terdapat di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

Ruang belajar yang disebut mayoritas sekolah tua yang terbuat dari papan. Bahkan ada usianya yang mencapai puluhan tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Muaro Jambi Firdaus mengatakan, sebagian sekolah yang rusak sudah diperbaiki.

Bahkan, pada 2022 ini pihaknya sudah memperbaiki 38 sekolah dasar 13 ruang belajar untuk SMP.

"Jumlah ruang belajar yang kita lihat pada tahun 2022 ini sebanyak 51 ruang belajar," katanya.

Untuk di 2023 mendatang, ia juga akan memperbaiki puluhan ruang belajar. Mereka akan fokus kepada sekolah-sekolah yang terbuat dari papan.

Bahkan, dirinya menerbitkan di 2024 mendatang semua sekolah yang terbuat dari papan akan dipermanenkan.

"Ada beberapa satuan pendidikan kita yang dibangun pada tahun 80-an dengan menggunakan konstruksi kayu kondisinya saat ini juga sudah mulai kuatir.  Insya Allah di tahun 2023 menjadi prioritas," ungkapnya.

Ratusan ruang belajar di Kabupaten Muaro Jambi mengalami rusak. Ruang belajar yang mengalami rusak tersebut berasal dari SD maupun SMP.

Menurut Firdaus, kerusakan ruang belajar tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi belum bisa memperbaikinya secara penuh.

Namun demikian, secara bertahap dinas pendidikan sudah melakukan upaya perbaikan namun hal itu belum sepenuhnya bisa diperbaiki.

"Melihat data dapodik, ada sekitar 300 ruang belajar yang dalam kondisi rusak sedang. Untuk SD dan SMP," kata Firdaus.

Jika dirinci, kerusakan terbanyak terjadi pada sekolah dasar dengan angka sekitar 250-an sekolah. Sisanya adalah SMP.

Katanya, ratusan ruang belajar yang rusak tersebut menyebar di sekolah yang ada di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

Ada yang satu sekolah mengalami 4 ruang belajar yang rusak bahkan ada yang lebih dari itu.

Bangunan sekolah yang rusak tersebut merupakan bangunan lama. Bahkan ada sekolah yang bangunan sejak tahun 80-an.

"Yang rusak parah itu bangunan lama. Ada beberapa sekolah yang dibangun pada tahun 1980an," pungkasnya.

Baca berita  terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ratusan Ruang Belajar SD dan SMP di Muaro Jambi Rusak, Sebagian Bangunan Lama

Baca juga: Cerita Adiputra, Pendiri Sekolah Bank Sampah Al-Kautsar Jambi yang Selalu Berinovasi

Baca juga: Tak Sekadar Dituntut Kualitas, Kebutuhan Sekolah Perlu Diperhatikan

Sumber: Tribun Jambi
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved