BMKG Ingatakan Potensi Angin Kencang dan Banjir Hingga Januari, Pemprov Jambi Siapkan Ini

BMKG Provinsi Jambi menyebut hingga Januari 2023 berpeluang mengalami curah hujan sedang hingga tinggi.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
BPBD Sarolangun mencatat saat ini banjir sudah tercatat di beberapa Kecamatan yakni, Kecamatan Limun, CNG, Mandiangin dan Pauh. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi menyebut hingga Januari 2023 berpeluang mengalami curah hujan sedang hingga tinggi.

Kepala BMKG Jambi Ibnu Sulistyono menerangkan perlunya kewaspadaan dalam menghadapi puncak musim penghujan ini.

Dijelaskan bahwa curah hujan tinggi itu berpotensi menimbulkan banjir atau genangan air hingga angin kencang seperti terjadi pada kamis 24 November 2022 lalu di sekitaran Kota Jambi.

"Untuk angin kencang ini berpotensi muncul sampai Januari 2023 karena ada awan cumulonimbus yang masih berpotensi muncul," kaya Ibnu, Sabtu (26/11).

Dia kemudian mengungkap beberapa daerah yang perlu diwaspadai di akhir November hingga Januari. Daerah tersebut mengalami curah hujan kurang dari 50 mm seperti sebagian wilayah Kerinci, sebagian wilayah Merangin Bagian Barat, Sarolangun Bagian Barat, Muaro Jambi Bagian Tengah dan Timur, sebagian Tanjung Jabung Barat dan Timur.

Baca juga: Ancaman Banjir dan Longsor di Merangin Menurun, Petugas Tetap Berjaga 24 Jam

Selain itu kata Ibnu, wilayah yang memiliki curah hujan tinggi lebih dari 100 mm. Wilayah ini terdapat di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Merangin bagian Timur, Kabupaten Bungo Bagian Tengah dan Selatan, Kabupaten Sarolangun Bagian Tengah dan Timur serta Kota Jambi sekitarnya.

"Ini ada potensi masih mendapat curah hujan yang lebih 100 mm per dasarian dan untuk terjadinya hujan pada umumnya pada sore, malam dan dini hari," kata Ibnu.

Wilayah yang lebih 100 mm per dasarian itu dikatakan ibnu berpotensi untuk menimbulkan genangan air dan angin kencang.

Sebelumnya Sekda Provinsi Jambi Sudirman menyebut Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjab Timur telah menaikkan status siaga bencana hidrometeorologi.

"Hampir seluruh daerah yang rawan bencana hidrometeorologi sudah melakukan apel siaga," kata Sudirman, Selasa (15/11).

Menanggapi hal itu, Provinsi Jambi sendiri direncanakan akan dilakukan pada 28 November 2022 mendatang Apel siaga Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor termasuk juga banjir bandang.

Baca juga: Kepala BMKG Jambi: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Angin Kencang dan Banjir

"Kalau SK-nya belum, karena kita baru dua daerah yang sudah menaikan status, yang jelas kita siapkan dahulu, kesiapan tim terkait kenaikan status itu," kata Sekda.

Untuk persiapan dana menghadapi bencana Hidrometeorologi, Pemprov sudah ada menyiapkan dana rutin yang tersedia yaitu alokasi dari Belanja Tidak Terduga (BTT). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved