Marak Kasus Pedofilia, Begini Penjelasan hingga Ciri-ciri Pelaku Menurut Psikolog Jambi

Ridwan Psikolog di Jambi menuturkan perilaku kekerasan dalam bentuk pelecehan seksual terhadap anak mengidikasikan adanya gangguan kejiwaan...

Ist
Ridwan Psikolog dalam Program Mojok Pendidikan Tribun Jambi, Jumat 25 November 2022 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar kasus pelecehan disertai kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, baik itu dilakukan oleh orang yang tak dikenal atau bahkan oleh orang-orang terdekat di lingkungan anak itu sendiri.

Menurut Ridwan Psikolog dalam Program Mojok Pendidikan Tribun Jambi, Jumat 25 November 2022 menuturkan perilaku kekerasan dalam bentuk pelecehan seksual terhadap anak mengidikasikan adanya gangguan kejiwaan atau biasa disebut dalam istilahnya pedofilia.

Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani, paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις,"anak-anak") dan philia (φιλια, cinta yang bersahabat atau persahabatan.

Istilah yang kemudian berkonotasi negatif karena berkembangnya perilaku menyukai anak dengan adanya intimidasi terhadap anak untuk melakukan tindakan seksual.

"Saat ini, Pedofilia di artikan tindakan atau fantasi pada dari pihak orang dewasa yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak," ujarnya Jumat (25/11/2022).

Lebih lanjut Ridwan Mengatakan Pedofilia merupakan seseorang dengan orientasi seksual yang salah, yaitu membayangkan anak-anak sebagai objek seksualnya.

Mengapa anak-anak? Hal tersebut karena rasa takut yang berlebihan untuk dihakimi oleh orang dewasa, sehingga membuat pengidap tertarik pada anak-anak karena mereka merupakan makhluk yang masih polos dan mudah untuk dipengaruhi dengan bujuk rayu dari pelaku.

Menurut Ridwan ada beberapa ciri-ciri pedofilia, di antaranya :

1. Bersifat Introvert

Salah satu hal yang perlu diwaspadai orangtua adalah, terkadang pelaku pedofilia berasal dari orang terdekat. Sekilas, pelaku tidak akan terlihat memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak. Mereka cenderung menutup diri pada orang dewasa dan menghindari interaksi sosial. Namun, saat bermain atau ngobrol dengan anak-anak, pelaku memperlihatkan adanya antusiasme yang luar biasa pada anak-anak.

2. Bersifat Obsesif

Ciri pedofilia selanjutnya adalah bersifat obsesif, yang ditunjukkan dengan ketertarikan terhadap satu anak yang sudah diincar. Jika begini, pelaku akan terus-menerus memberikan perhatian kepada korban, dengan memberikan makanan atau benda yang disukai, agar korban dapat terpancing. Jika cara yang halus tidak juga membuahkan hasil, mereka tidak segan untuk memakai cara yang kasar.

3. Berkamuflase

Para pelaku pedofil pandai berkamuflase. Ini menjadi ciri pedofilia lainnya yang perlu kita waspadai. Pelaku akan menyamar menjadi sosok yang baik agar bisa disenangi anak-anak yang menjadi incarannya. Jadi, ibu perlu mewaspadai jika ada orang dewasa yang berlaku sangat baik hanya pada anak kita saja. Waspadai siapapun itu, meskipun orang terdekat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved