Penyeludup Miras di Tanjabtim Dihukum 2 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Darsuli atas penyeludupan 312 botol Minuman Keras (Miras) ilegal.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Triobunjambi/Rifani
Kajari Tanjabtim Yenita Sari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Darsuli atas penyeludupan 312 botol Minuman Keras (Miras) ilegal berbagai merek yang dikemas dalam 26 dus kardus dan juga puluhan dus hiasan keramik berbagai bentuk.

Terdakwa dihukum 2 tahun penjara di kurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa (tahanan rumah dan tahanan kota), dengan perintah agar terdakwa segera ditahan dengan penahanan Rutan.

Kajari Tanjabtim Yenita Sari menerangkan, Jaksa Penuntut Umum meminta agar Majelis Hakim PN Tanjab Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini bisa memutuskan serta menyatakan terdakwa Darsuli terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, bersalah karena telah melakukan tindak pidana Cukai, sebagaimana diatur dalam pidana pasal 56 UU nomor 39 tahun tahun 2007 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995 tentang cukai, sesuai dakwaan penuntut umum.

Lanjutnya, terhadap terdakwa Darsuli ini agar dikenakan pidana denda dua kali dari nilai cukai yang seharusnya dibayar, subsider enam bulan kurungan.

"Nilai Cukai yang seharusnya dibayar dari barang-barang itu sebesar Rp 279.393.830. Kami mengajukan tuntutan agar terdakwa dikenakan pidana denda dua kali lipat dari Cukai itu, jadi totalnya Rp 558.787.660," katanya, Kamis (24/11/2022).

Dia menjelaskan, dalam putusannya pada tanggal 23 November 2022, PN Tanjab Timur menyatakan bahwa terdakwa Darsuli terbukti melanggar pasal yang sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut umum.

"Terdakwa dijatuhi pidana penjara satu tahun empat bulan, denda sebesar Rp. 279.393.630, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Barang bukti mobil dan Miras dirampas untuk negara, kemudian barang bukti keramik dikembalikan kepada terdakwa," tuturnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved