Begini Upaya Polres Tanjatim Berantas Aksi Kriminal

Personel Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur terus melakukan upaya pencegahan terhadap tindak kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur AKP Ridho Prasetya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Personel Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur terus melakukan upaya pencegahan terhadap tindak kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat.

Kasat Reskrim AKP Ridho Prasetya mengatakan, terus melakukan upaya pencegahan yang terus dilakukan setiap harinya dengan melaksanakan patroli. Personel Reskrim Polres Tanjabtim melakukan sambang kepada masyarakat dan berdialog.

"Untuk mengetahui situasi Kamtibmas terkahir dan sekaligus mencari informasi terkait mungkin adanya petunjuk-petunjuk tentang kasus-kasus yang kita tangani. Selain itu memanfaatkan fungsi Sabhara yang juga rutin melaksanakan patroli dan kordinasi, intelkam begitu juga. Hal ini berguna juga untuk mencegah tindak pidana, maupun untuk mengungkap kasus pidana yang sedang kita tangani," kata Ridho, Kamis (24/11/2022).

Kendala mengatasi tindakan kriminalitas ini, Ridho menyebutkan masyarakat yang melaporkan kejadian kekurangan informasi, kepolisian menerima informasi yang minim dari masyarakat yang melakukan laporan.

"Jadi masyarakat hanya menemukan seperti pencurian motor. Namun masyarakat itu tidak mengetahui sama sekali kejadian kehilangan tersebut, jadi masyarakat yang melaporkan itu hanya tau kendaraannya sudah tidak ada di tempat," ujarnya.

Baca juga: Angka Kriminalitas di Tanjabtim Tahun 2021 hingga Oktober 2022

Kemudian pada saat personel turun kelokasi, sangat minim saksi yang ditemukan. Bahkan masyarakat sekitar tidak mengetahui kejadian tersebut yang dialami pelapor, itulah kendala yang sering dihadapi oleh polisi dalam penanganan beberapa perkara yang dilaporkan masyarakat.

Sementara itu, dia mengungkapkan jika dibandingkan dengan data 2022. Kasus kriminalitas ada beberapa tindak pidana yang menonjol yang kerap terjadi, seperti pencurian dengan kekerasan.

"Seperti kejadian jambret, dibandingkan tahun 2021 jambre lebih sedikit, sedangkan tahun 2022 jambret lebih banyak. Namun, beberapa laporan yang masuk mengenai jambret yang kita tangani semua berhasil terungkap pada tahun 2022, karena kejadian itu berasal dari satu kelompok jambret yang sama. Kejahatan jambret meningkat cuma dapat kita ungkap," kata Ridho.

Baca juga: BPKP dan Samsat Tanjabtim Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan, Pajak Tercapai 94 Persen

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved