Sidang Ferdy Sambo

Pakar Pertanyakan Dalang Aliran Dana Rp 200 Juta ke Ricky Rizal Setelah Brigadir Yosua Dimakamkan?

Pakar hukum pertanyakan orang dibalik terjadinya transaksi dari rekening almarhum Brigadir Yosua ke Bripka Ricky Rizal pada 14 Juli 2022.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Kompas Tv
Ricky Rizal, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua pada sidang dengan agenda pemeriksaan saksi Senin (21/11/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pakar hukum pertanyakan orang dibalik terjadinya transaksi dari rekening almarhum Brigadir Yosua ke Bripka Ricky Rizal pada 14 Juli 2022. Sementara Brigadir Yosua meninggal pada 8 Juli 2022.

Pertanyaan itu ditanyakan Jamin Ginting, Pakar Hukum Pidana UPH menggapi kesaksian Anita Amalia, saat memberikan keterangan pada perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Anita Amalia saat bersaksi untuk terdakwa Bharada E Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf menyebutkan tansaksi dari almarhum Brigadir Yosua senilai Rp 200 juta.

Dilansir dari tayangan Kompas TV, Senin (22/11/2022) menyebutkan bahwa dana nasabah hanya boleh diketahui oleh nasabah dan itu diatur dalam undang undang.

"Jadi yang dalam ketentuan undang-undang rahasia bank itu memang untuk dana nasabah itu hanya boleh diketahui dan dibuka oleh nasabah itu sendiri," kata Jamin Ginting.

"Tetapi dalam hal proses penyidikan, penyidik boleh meminta kepada Bank Indonesia melalui bank Indonesia atau sekarang ini ya untuk membuka dan dana nasabah terkait dengan adanya dugaan tindak pidana," tambahnya.

Baca juga: Kapolda Jambi Respon Kemacetan di Batanghari, Irjen Pol Rusdi: Permasalahan Ada di Jalan

Baca juga: Natasha Wilona Komentari Foto Mesra Verrell Bramasta dan Febby Rastany: Buat Kebaikan

Menurutnya bahwa saksi Anita membuka rekening koran tersebut atas perintah atau permohonan dari penyidik.
melihat rekening koran dari Yosua juga

Diperlukannya membuka aliran dana ke rekening seseorang apabila berkaitan dengan tindak pidana teretentu, seperti judi atau narkoba.

Namun dalam perkara ini, yang terjadi adalah pembunuhan. Sehingga tidak ada kaitannya dengan aliran dana tersebut.

Dia menyebutkan bahwa adanya dugaan aliran dana setelah pembunuhan terhadap Brigadir Yosua awalnya disebutkan Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum Brigadir Yosua.

Sehingga hal ini perlu dibuktikan kebenarannya.

"Sehingga penyidik merasa perlu untuk memastikan apa benar atau tidak aliran dana tersebut," kata Jamin Ginting.

Namun pada saat ini aliran dana senilai Rp 200 juta tersebut sudah terbukti di pengadilan.

"Dan pada saat ini sudah terbukti, pada saat itu tidak tahu itu aliran dananya kemana, siapa yang ngeluarin, ternyata disini kelihatan bahwasanya aliran dana itu lari ke rekeningnya RR," katantya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved