Perang Rusia Ukraina

Rusia Marah, Tanggapi Video Tentara Kremlin Dieksekusi Pasukan Ukraina

Rusia meradang dengan video  insiden pembunuhan tentara Rusia yang telah ditahan oleh Ukraina.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Militari.com
9000 tentara Rusia dikerahkan di perbatasan Belarus untuk menghalau pasukan Ukraina 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia meradang dengan video  insiden pembunuhan tentara yang  ditahan oleh Ukraina.

Pihak Kremrin atau Rusia mengibaratkan tragedi itu sebagai "Pembunuhan biadab terhadap tawanan perang Rusia".

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut hal itu sebagai  kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Ukraina.

Tanggapan itu atas video muncul secara online yang konon menunjukkan prajurit Rusia yang dieksekusi setelah mereka menyerah.

“Ini adalah praktik luas Angkatan Bersenjata Ukraina yang secara aktif didukung oleh rezim Kiev dan langsung diabaikan oleh para pendukung Baratnya,” ujar kementerian tersebut dikutip dari Russia Today (RT) Minggu (20/11/2022).

Rusia juga mengecam tindakan tentara Ukraina sebagai "pembunuhan yang disengaja dan metodis.

"Tidak seorang pun akan dapat menggambarkannya sebagai 'pengecualian tragis' di tengah dugaan kepatuhan total rezim Kiev terhadap norma-norma yang mengatur hak tawanan perang," bunyi pernyataan itu.

Tentara Rusia Dieksekusi

Video itu diduga menunjukkan sekelompok tentara berseragam Rusia menyerah kepada pasukan berseragam dengan lambang Ukraina.

Video itu juga menggambarkan prajurit yang ditangkap tergeletak di tanah.

Ini bukan insiden profil tinggi pertama yang diduga melibatkan pasukan Rusia dan Ukraina yang menarik perhatian media.

Pada bulan Maret, video lain muncul di media sosial yang konon menunjukkan pasukan Ukraina menembaki kaki tentara Rusia yang tergeletak di tanah dari jarak dekat.

Belakangan di bulan yang sama, rekaman diduga menunjukkan pembunuhan seorang tentara Rusia yang terluka tergeletak di jalan di suatu tempat di Ukraina.

Mayat tentara lain yang mengenakan seragam Rusia dan tergeletak di genangan darah juga terlihat dalam video tersebut.

Beberapa dari mereka memiliki tangan yang diikat ke belakang dan tidak ada senjata yang terlihat pada salah satu dari mereka.

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Baca juga: Ukraina Dibombardir Rudal Rusia, Inggris Janjikan Bantuan Pertahanan Udara

Baca juga: 10 Juta Warga Ukraina Tanpa Listrik, Serangan Rusia Lumpuhkan Pasokan Energi

Baca juga: Rusia Marah Besar Didesak 94 Negara Ganti Rugi Perang di Ukraina

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved