Berita Kota Jambi

158 Anak Stunting di Kecamatan Jelutung, Maulana: Kasus Stunting Mengalami Penurunan

Angka stunting di Kecamatan Jelutung pada Agustus 2022 mencapai 158 anak. Meningkat dari bulan Februari yang hanya 109 anak stunting.

Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Rahimin
tribunjambi/Srituti Apriliani Putri
Wakil Wali Kota Jambi Maulana yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E- PPGBM) peningkatan kasus stunting tertinggi di Kota Jambi berada di Kecamatan Jelutung.

Angka stunting di Kecamatan Jelutung pada Agustus 2022 mencapai 158 anak. Meningkat dari bulan Februari yang hanya 109 anak stunting.

Wakil Wali Kota Jambi Maulana yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Jambi menjelaskan, angka stunting di Kota Jambi secara kesesuaian mengalami penurunan setiap tahunnya.

"2018, Kota Jambi angka stuntingnya 26,2 persen. 2019 turun menjadi 18,62 persen. 2020 tidak dilakukan pendataan akibat Covid-19 dan ditahun 2021 17,4 persen," katanya.

Maulana bilang, ditargetkan angka stunting di Kota Jambi bisa terus turun hingga angka 14 persen.

Selain kecamatan Jelutung, Maulana mengatakan peningkatan angka stunting juga terjadi di kecamatan Pelayangan.

"Meski angka stuntingnya sedikit hanya 7 anak. Tapi meningkat dari bulan Februari yang hanya satu anak stunting. Dan bukan berarti di kecamatan lain tidak ada," ujarnya.

Menurut Maulana, untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting di Kota Jambi.

Tidak bisa hanya dilakukan oleh satu OPD saja, tapi seluruh instansi terkait juga harus ikut mendukung kegiatan ini.

Maulana menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi sudah melakukan beberapa upaya ekstra untuk penurunan angka stunting. Salah satunya pembagian timbangan serta pelatihan kader.

"Kita sudah membagikan alat timbangan sebanyak 148 alat ukur untuk bayi. Tahun ini juga ada pelatihan kader diajari cara menimbang yang benar," ujarnya.

Maulana juga meminta semua elemen kelurahan, kecamatan dan PKK wajib mengajak orang tua yang punya balita untuk datang ke posyandu melakukan penimbangan.

Baca berita terbaru  Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Target Prevalensi Stunting 2024 Mampu Mencapai 14 Persen, pemkab Tanjabbar Launching Dashat

Baca juga: Tanjabtim Bisa Terlepas Dari Stunting Jika Manfaatkan Makan Bergizi Hasil Tangkapan Laut

Baca juga: Dinas Kesehatan Tanjabtim Memberdayakan Kader Peduli Gizi untuk Tekan Stunting

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved