Berita Selebritis

Kamar Tahanan Nikita Mirzani Digeledah, Satu Korek Gas dan Pinset Didapati Pihak Rutan

Diketahui penggeledahan dilakukan pihak Rutan tak hanya di kamar Nikita Mirzani saja, melainkan ruangan yang lain turut diperiksa.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Kamar Tahanan Nikita Mirzani Digeledah, Satu Korek Gas dan Pinset Didapati Pihak Rutan 

TRIBUNJAMBI.COM - Kamar tahanan Nikita Mirzani mendadak digeledah oleh petuigas Rutan Kelas IIB Serang.

Diketahui penggeledahan dilakukan pihak Rutan tak hanya di kamar Nikita Mirzani saja, melainkan ruangan yang lain turut diperiksa.

Diketahui tujuan petugas yakni menyasar adanya penyalahgunaan narkoba di kamar tahanan, termasuk yangb dihuni seteru Dito Mahendra.

Lantas seperti apa hasil penggeledahan di kamar tahanan Nikita Mirzani itu?

Saat digeledah, pihak rutan tak menemukan narkoba di dalam tahanan yang juga dihuni oleh Nikita Mirzani.

Akan tetapi, petugas menemukan sendok stainless, korek gas dan pinset.

Baca juga: Malunya Syahrini Nonton Konser Rock Tapi Salah Kostum, Istri Reino Barack Dicibir: Mau ke Pantai Buk

Baca juga: Rizky Billar akan Liburan ke Jepang Bareng Lesti Kejora Sebelum Umroh, Akui Kapok Lakukan KDRT

Baca juga: Pantas Ayu Ting Ting Tak Nikah Lagi, Ibu Bilqis Singgung Soal Ini ke Luna Maya: Susah Dicari1

"Dari hasil penggeledahan tak ditemukan adnaya narkoba," kata Kepala Satuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Serang, Nur Abimantrana, dalam rilisnya, Sabtu (12/11/2022).

Sebelumnya Nikita Mirzani sempat menyayangkan karena dirinya dipenjara karena kerugian yang disebut-sebut hanya sebesar Rp 17 juta.

Dikatakan kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid bahwa dirinya kaget tentang kerugian yang muncul dalam kasus Nikita Mirzani.

“Bagaimana kerugian yang sebenarnya, tunggu hari Senin (saat sidang perdana) saya ingin mendengar sendiri berapa kerugian yang dijadikan dasar untuk menahan Nikita Mirzani,” jelas Fahmi Bachmid.

“Apakah 200 miliar, satu triliun atau berapa kita nggak tahu, saga mau dengar sendiri berapa kerugian itu,” kata Fahmi Bachmid.

Kemudian Fahmi Bachmid meminta agar sidang dilakukan secara ofline bukan secara online.

“Karena menurut KUHAP sidang itu harus berhadapan dengan hakim, kecuali posisi kita covid kayak yang dua, tiga tahun yang lalu dalam kondisi darurat,” jelas Fahmi Bachmid.

Namun dalam posisi normal seperti ini, Fahmi Bachmid menjelaskan bahwa sidang harus dilakukan secara ofline.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved