Berita Jambi
Kronologi Pria Terjatuh di Lubang Galian Kecamatan Jambi Timur
Untuk diketahui, galian tersebut merupakan proyek dari pemerintah pusat yang direncanakan akan dipasang ipal sebagai tempat pengolahan limbah
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada Senin, (7/11/2022) malam, seorang pria yang diketahui bernama Herman (66) terjatuh di lubang galian pekerjaan yang berlokasi di RT 13 Tanjung Pinang kecamatan Jambi Timur.
Camat Jambi Timur, Vif Fairi membenarkan kejadian tersebut. Vif mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dimana para pekerja saat itu sedang beristirahat.
Vif mengatakan, korban terjatuh kedalam lubang dengan kedalaman lima meter. Ia menjelaskan bahwa saat itu korban ingin melihat galian tersebut. Namun naas, korban malah terjatuh dari motor dan masuk kedalam lubang.
"Motor tetap diatas dan dia terpeleset jatuh. Secara umur beliau juga sudah tua," ujar Vif. Selasa, (8/11/2022).
Setelah diketahui ada korban jatuh di lokasi galian tersebut. Para pekerja yang ada disekitar galian langsung membantu melakukan evakuasi terhadap korban.
Vif menjelaskan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan mendapatkan perawatan disana.
Baca juga: Tanggapi Varian Covid-19 Baru, Kadinkes Sebut Hingga Saat Ini Tersedia Vaksinasi di Puskesmas
Baca juga: Sinopsis Escape Plan: The Extractor, Tayang 8 November 2022 di Trans TV
"Sudah dibawa ke RS Bhayangkara oleh pihak Waskita, juga sudah dilakukan perawatan," jelasnya.
Untuk diketahui, galian tersebut merupakan proyek dari pemerintah pusat yang direncanakan akan dipasang ipal sebagai tempat pengolahan limbah masyarakat.
Humas PT Waskita, Anas saat ditanya terkait dengan teknis keamanan di lokasi galian mengatakan, pihaknya sudah mengerjakan sesuai dengan aturan.
Anas menjelaskan, untuk pekerjaan galian tersebut biasanya dipasang pagar seng sebagai pembatas. Namun, dibeberapa lokasi khususnya didalam kota, Anas mengatakan jika pagar seng dipasang terlalu tinggi maka akan menutupi jarak pandang pengendara.
"Tapi ketika digunakan di jalan kota kalau kita gunakan pagar terlalu tinggi, pandangan pengendara terhadap pengendara lain kan terhalang. Jadi resiko, makanya kita pakai barrier," jelasnya.
Anas mengatakan, untuk biaya pengobatan korban. Seluruhnya akan ditanggung oleh PT Waskita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Penampakan-Lubang-Galian-di-Jambi.jpg)