Berita Jambi

KONI Provinsi Jambi Berharap Dapat Sepenuhnya Mengelola Dana Hibah 2023

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi berharap dapat sepenuhnya mengelola dana hibah di tahun 2023 mendatang.

Tribunjambi
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, Budi Setiawan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi berharap dapat sepenuhnya mengelola dana hibah di tahun 2023 mendatang.

Ketua KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan menjelaskan bahwa hal itu untuk dapat memaksimalkan dukungan terhadap penyelenggaraan dan peningkatan prestasi semua cabang olahraga.

Budi Setiawan kemudian berharap pengelolaan dana hibah itu nantinya dikelola sepenuhnya oleh KONI Provinsi Jambi. Sebelumnya KONI Provinsi Jambi mengajukan anggaran senilai 27 miliar.

"Kalau untuk anggaran hibah itu engga boleh dipecah-pecah, yang perlu digarisbawahi bahwa hibah itu tidak boleh ada di KONI terus separuhnya di dispora. Kan anggaran kita itu disetujui 19.8 miliar, nah hibah itu sebenarnya tidak boleh di pecah dua," katanya saat dihubungi, Selasa (8/11).

Dia kemudian menjelaskan kesulitan apabila anggaran itu dipecah seperti sebelumnya. Dia pun mengaku selama kepengurusannya belum pernah mengelola dana hibah KONI sepenuhnya.

"Kesulitan itu kalau ada di pemerintah atau di dispora, yang pasti itu kebutuhan untuk pembinaan cabang olahraga itu tidak akan terealisasi, tidak akan efektif. Contoh kejurnas misalnya, kejurnas ini kan cabang olahra kita 40 lebih, tidak semuanya itu kejurnas ada di Jakarta. Nah dispora membuat itu ada di Jakarta otomatis itu engga bisa dipakai dananya," jelasnya.

Dia pun menekankan tidak menyalahkan pihak tertentu dalam pengelolaan anggaran tersebut. Namun karena perlunya dukungan terhadap cabor dan atlet menurutnya akan lebih mudah jika dana tersebut dikelola penuh oleh KONI.

"Contoh kemarin 2022, 2021 atlet kita PON itu kan atlet prestasi semua, ada 42 orang atlet prestasi. Nah 42 ini kan hak mereka ini perbulan mulai 2022 ada uang transportasi, ada uang makan, ada uang saku. Anggaplah sekitar tiga juta lebih, hampir empat juta. Nah itu Januari 2022 tadi mestinya diberikan ke Atlet, tapi karena terbendung dengan sistem, itu engga bisa dikasih sampai bulan Agustus. Kan sayang dari Januari sampai Agustus engga dikasih, padahal dananya ada," ungkapnya.

Dia kemudian mengungkap uang insentif tersebut sangat kecil dibanding provinsi lainnya. Di mana dikatakannya provinsi lainnya mendapatkan uang insentif lebih tinggi dari Provinsi Jambi dari Rp 5 juta, Rp 7 juta, Rp 10 juta bahkan kata Budi ada yang mencapai Rp 50 juta.

"Kita Rp 3.9 juta, itupun tidak bisa diberikan dari Januari hingga bulan Agustus. Saya tidak menyalahkan dispora juga, saya juga tidak menyalahkan lainnya," ungkapnya.

Dia pun mengaku bahwa di masa kepengurusannya belum pernah diberikan kesempatan untuk mengelola sepenuhnya anggaran atau dana hibah tersebut.

"Jadi berikan kesempatan kami KONI untuk membina prestasi. Karena prestasi alhamdulillah sudah kita tunjukkan, PON kita naik peringkat, Vietnam (Sea Games) kita paling banyak berikan medali buat Indonesia tahun ini, itu kan luar biasa. Kami KOMI cuman hubungan emosional dengan atlet itu. Tapi kalau tahun depan masih hubungan emosional dengan atlet tidak laku lagi," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Wali Kota Sungai Penuh Sampaikan Persoalan Sampah ke Pemprov

Baca juga: Kelompok Tani di Sungai Penuh Terima Paket Bantuan Obat, Hingga Bansos dari Pemprov Jambi dan Pusat

Baca juga: Kelas Jauh SDN 200 Sungai Karang Tebo Hanya Miliki Tiga Guru

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved