Tren Positif Hasil Survei Partai Perindo Lebihi Ambang Batas Parlemen, Ini Kata Pengamat
Elektabilitas Partai Perindo dalam tiga hasil survei nasional yang dirilis akhir Oktober dan awal November memperoleh hasil dengan tren positif.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Elektabilitas Partai Perindo dalam tiga hasil survei nasional yang dirilis akhir Oktober dan awal November memperoleh hasil dengan tren positif.
Dari tiga survei tersebut Partai Perindo selalu mencapai lebih dari 4 persen atau diatas melebihi ambang batas parlemen.
Dari Survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas yang dilakukan 24 September-7 Oktober, Elektabilitas Partai Perindo Sebesar 4,5 persen dan masuk 7 besar, bahkan mengalahkan Nasdem 4,3persen, PAN 3,1persen dan PPP 1,7persen.
Kemudian Survei IPO (Indonesia Political Opinion) yang dilakukan19-24 Oktober, Elektabilitas Partai Perindo sebesar 4,7persen, masuk 8 besar diatas PAN dan PPP yang masing-masing sekitar 2,1persen dan 1,7persen.
Sementara terbaru Survei LSN (Lembaga Survei Nasional) yang dilakukan 29 Oktober-2 November 2022, Partai Perindo memperoleh elektabilitas sebesar 4,1persen, masuk 8 besar, diatas PAN 3,2persen dan PPP 1,9persen.
Tentu tiga hasil survei diatas menunjukan hasil yang sangat baik, mengingat pada Pemilu 2019 Partai Perindo hanya memperoleh suara hanya 2,67 persen.
Hatta Abdi Muhammad, Pengamat yang merupakan Akademisi Ilmu Politik Universitas Jambi menilai keberhasilan Partai Perindo mendongkrak suara ini disebabkan empat faktor utama.
"Ada empat faktor utama, pertama Publisitas yang terus menerus dilakukan melalui media kepemilikan Harry Tanoesoedibjo, Baik media televisi, dan media cetak," ungkapnya, Minggu (6/11/2022).
Kemudian faktor kedua yang disampaikan Direktur Riset Public Trust Institue ialah Partai Perindo melakukan perubahan skema strategi politik, yang sebelumnya terfokus kepada figur Harry Tanoesoedibjo secara tunggal, sekarang menciptakan figur penting di tingkat lokal dari berbagai latar belakang, baik agama, tokoh budaya, pemuda.
Salah satunya ialah TGB (Tuan Guru Bajang) yaneg merupakan sosok ulama dan mantan Gubernur NTB, tokoh ini mengalihkan peran figur tersebut kepada sosok figur lokal yang memiliki jejaring lebih spesifik untuk menyasar masyarakat di wilayah lokal.
Kemudian faktor ketiga ialah Kerja-kerja politik yang langsung menyasar ke masyarakat sampai lapisan paling bawah.
"Seperti membantu UMKM, petani, lapangan kerja untuk pemuda, dan sebagainya secara berkelanjutan dan konsisten melahirkan segmentasi baru kepada partai Perindo, sehingga secara langsung meningkatkan elektabilitas yang ada," jelasnya
Faktor terakhir kata dia Publik melihat bahwa tidak ada perubahan yang signifkan terkait kerja kerja politik parpol lama yang berada di parlemen terutama yang berada posisi menengah hingga bawah.
"Publik melihat adanya kemandegan (stagnansi) pembaruan, dan menggeser pilihan politiknya kepada partai yg berada di luar parlemen, Sehingga menjadi angin segar kepada perindo," ujarnya.