Editorial

Persidangan Penuh Air Mata

Di persidangan pekan ini, jadi momen yang ditunggu banyak pihak, termasuk keluarga Brigadir Yosua. Pasalnya, mereka bersaksi langsung di depan para te

Penulis: tribunjambi | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Putri Candrawathi menjalani sidang dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsinya pada kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (20/10/2022). 

Persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua terus bergulir. Para terdakwa pun sudah dipertemukan dengan 12 saksi yang merupakan keluarga batih hingga kerabat korban.

Sedari Senin hingga Rabu (2/11), para terdakwa digilir untuk mendengar kesaksian keluarga. Dan tentunya  bukan sekadar kesaksian, tapi juga isi hati orang tua Brigadir Yosua.

Suara hati orang tua yang demikian terpukul karena kehilangan anak tercinta mereka.

Tak ayal, persidangan kali ini berjalan dalam suasana atau atmosfer yang berbeda.

Di persidangan pekan ini, jadi momen yang ditunggu banyak pihak, termasuk keluarga Brigadir Yosua. Pasalnya, mereka bersaksi langsung di depan para terdakwa terutama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Rosti Simanjuntak, ibu mendiang Yosua menjadi sangat sentimental. Dukanya kembali hadir. Tangisnya pun pecah di persidangan

Ia tak henti menangis kala mencurahkan perasaannya dan kekesalannya pada dua terdakwa saat bisa bertatap muka.

Momen paling emosional ialah disaat Rosti Ibu kandung Brigadir Yosua, mengingatkan hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa anaknya.

 Selain itu, Rosti juga mengaku hatinya sangatlah hancur ketika mendengar kabar bahwa anaknya dibunuh dalam keadaan tak berdaya.

Tak kalah emosional, dua terdakwa, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga turut menyampaikan permintaan maaf ke orang tua Brigadir Yosua.

Dan seperti yang sudah-sudah, permintaan maaf eks Kadiv Propam Polri dan istri itu oleh banyak kalangan dianggap tidak tulus.

Baca juga: Drama Penyesalan Ferdy Sambo

Bahkan pakar mikro ekspresi turut melemparkan tanggapan akan permintaan maaf itu. Ferdy Sambo dan istri dianggap tidak tulus dalam menyampaikan permintaan maafnya.

Sambo justru memperlihatkan tatapan mata yang tidak rileks seolah-olah mengatakan bahwa jalannya persidangan ini di bawah kontrol atau pengawasan Sambo.

Sementara, dalam permintaan maaf yang dilakukan Putri Candrawathi justru dinilai menunjukkan ekspresi adanya kesedihan dan ketakutan.

Baca juga: Ternyata Putri Candrawati Istri Ferdy Sambo Ikuti Ajudan, Blokir Adik Brigadir Yosua, Reza Hutabarat

Persidangan akan terus bergulir. Hakim sudah melihat fakta-fakta persidangan. Dan sikap publik pun tak berubah, meminta keadilan dan mendukung peradilan yang bersih, adil, transparan. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved