Perang Rusia Ukraina

Penderitaan Ukraina Bertambah, Bertahan Hidup Tanpa Listrik di Musim Dingin

Hilangnya pasokan listrik jadi ancaman Ukraina setelah bertahan dari bombardir rudal Rusia.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
(AFP/GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
Sebuah mobil yang hancur di Ukraina akibat serangan pasukan Rusia 

TRIBUNJAMBI.COM - Hilangnya pasokan listrik jadi ancaman Ukraina setelah bertahan dari bombardir rudal Rusia.

Ukraina harus bertahan dengan semakin kencangnya serangan Rusia terhadap pusat pembangkit energi.

Dilansir CNN, masyarakat di musim dingin  memperbaiki rumah dan menyimpan bahan bakar yang cukup.


Musim dingin semakin parah dengan laporan pemerintah Ukraina bahwa lebih dari 800.000 rumah telah rusak dan hancur.

Kondisi ini diperburuk oleh rentetan serangan udara Rusia terhadap infrastruktur listrik dan pemanas Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Permintaan listrik Ukraina telah turun sekitar 40 persen sejak invasi Rusia, menurut Badan Energi Internasional.

 

Badan Energi Ukraina mengatakan, pemerintah harus menerapkan pemadaman listrik darurat yang parah dan "belum pernah terjadi sebelumnya" di Kyiv, untuk menghindari "pemadaman total" karena ibu kota menghadapi defisit listrik 30 persen.

Warga diminta hemat listrik, terutama di pagi dan malam hari.

Lampu di luar kantor, restoran, dan pusat perbelanjaan juga diminta agar dimatikan.

Zelensky Minta Warganya Bertahan di Luar Negeri

Ukraina terancam mengalami kiamat energi selama musim dingin lantaran terputusnya jaringan listrik akibat serangan Rusia.

Kiamat energi berpeluang terjadi pasca sepertiga atau sekitar 40 persen sektor energi negara itu hancur dihantam rudal Kamikaze Rusia.

Presiden Volodymyr Zelensky menghimbau warga negaranya tidak kembali ke Ukraina selama beberapa waktu kedepan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved