KPU Provinsi Jambi Akan Buat Sosialisasi Pendidikan Politik di Tiga Segmen Prioritas

KPU Provinsi Jambi akan melaksanakan sosialisai pendidikan politik kepada tujuh segmen sasaran pemilih.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hendro Sandi
Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggara, Apnizal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat, KPU Provinsi Jambi akan melaksanakan sosialisai pendidikan politik kepada tujuh segmen sasaran pemilih.

Dari tujuh segmen tersebut ada tiga segmen sasaran pemilih yang menjadi prioritas KPU untuk diberikan Pendidikan Politik, yakni wilayah terpencil, terjauh dan pemilih pemula.

Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggara, Apnizal, SPt mengatakan yang cukup menjadi perhatian ialah wilayah terpencil dan terjauh 

"Yang menjadi perhatian itu wilayah terpencil, ada beberapa titik seperti di Air Liki di Merangin, kemudian ada di Batang Asai di Sarolangun, kemudian ada juga di Kerinci," ucapnya, Jumat (28/10/2022).

Baca juga: KPU Provinsi Jambi Persiapkan TIM Verifikasi Faktual Keanggotaan Partai Politik

Di wilayah Batang Asai menurut Apnizal masuk dalam kategori rawan becana, karena sering terjadi lognsor, kemudian di wilayah Kerinci itu masuk dalam kategori wilayah terjauh dan terpencil.

Selain wilayah terpencil dan terjauh segmen yang menjadi prioritas KPU untuk memberikan pendidikan politik ialah segmen pemilih pemula, yakni para siswa SMA dan mahasiswa.

"Ada segmen goes to campus, untuk pemilih pemula mahasiswa, Kemudian ada juga nanti ke sekolah menengah," ujarnya.

Sosialisasi pendidikan politik ini akan dilaksanakan KPU mulai November/Desenber dengan tujuan untuk memberikan pendidikan politik dan masuk ke dalam program pendidikan pemilih.

Kata Apnizal Pendidikan pemilih itu bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga memberikan motivasi.

"Sosialisasi hanya menyampaikan informasi terkait dengan tahapan pemilu, tapi kalau pendidikan pemilih memberikan informasi dan juga motivasi, jadi begitu selesai kegiatan itu timbullah motivasi dari masyarakat, kesadaran pentingnya pelaksanaan pemilu," jelasnya.

Baca juga: KPU Provinsi Jambi Tanggapi Eks Napi Koruptor Calon Legislatif Boleh Tak Lampirkan SKCK

Tolok ukur keberhasilan pendidikan pemilih ini ialah mereka bisa hadir ke TPS untuk memberikan suara sehingga akan meningkatkan partisipasi pemilih, Karena indikator keberhasilan pemilih itu salah satunya adalah tingkat partisipasi pemilih.

Di Provinsi Jambi sendiri pada 2019 tingkat partisipasi pemilihnya berada di angka 82,4 persen, yang mana angka tersebut cukup tinggi jauh diatas target nasional yang sebesar 75 persen.

Namun kata Apnizal Provinsi Jambi masih memiliki Pekerjaan Rumah, yakni meningkatkan kualitas dari tingkat partisipasi tersebut.

"Surat suara kita itu banyak yang tidak sah, masih diatas 15 persen, seharusnya dia di bawah 3 persen," ucapnya.

Sementara kata Apnizal indikator keabsahan suara di 2019 itu tidak lagi sedikit, banyak indikatornya antara 12 hingga 20 indikator, tetapi kenyataan pada saat pelaksanaan justru banyaknya indikator itu tidak dapat menyelamatkan suara tidak sah, hal tersebut yang perlu menjadi perhatian bagi KPU Provinsi Jambi untuk memberikan pendidikan politik pemilih.

Baca juga: KPU Tanjabtim Temukan Banyak Keanggotaan Parpol Fiktif

"Yang terjadi adalah masyarakat memilih beberapa surat suara saja, jadi dia tidak mencoblos, untuk mengantisipasi itu, tahun ini kita melakukan kegiatan sosialisasi dalam bentuk tatap muka berkunjung langsung untuk memberikan pendidikan politik," jelasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved