Berita Kerinci

Sudah Seminggu Gunung Kerinci Keluarkan Asap Hitam, Aktivitas Pendakian Ditutup Sementara

Danuri mengatakan, aktivitas Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam terjadi sejak 18 Oktober lalu.

Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
tribunjambi/heru pitra
Aktivitas pendakian di Gunung Kerinci ditutup sementara karena Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam sejak 18 Oktober lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gunung Kerinci yang terletak di Kayu Aro, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, hingga Senin (24/10/2022) masih mengeluarkan asap hitam.

Terhitung sudah satu minggu sejak 18 Oktober 2022 lalu aktivitas Gunung Kerinci terjadi. 

"Gunung Kerinci masih mengeluarkan asap hitam tapi tidak sepekat hari-hari kemarin," kata Pengawas Gunung Kerinci Danuri, Senin (24/10/2022). 

Danuri mengatakan, aktivitas Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam terjadi sejak 18 Oktober lalu.

Per 19 Oktober Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menutup sementara pendakian Gunung Kerinci

BBTNKS mengeluarkan surat edaran No.SE.976/T.I/BIDTEK/KSA/10/2022 tentang penutupan untuk tujuan wisata/pendakian kawasan wisata Gunung Kerinci.

Adapun isi surat ederan, berdasarkan pantaun visual di pos R10 Kersik Tuo, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci pada 18-19 Oktober 2022.

Hal ini didukung data dari pos pengamatan Gunung  Kerinci, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa terjadi erupsi Gunung Kerinci dengan ketinggian asap mencapai 500 Meter pada 18 Oktober 2022 dan 700 Meter 19 Oktober 2022.

Berdasarkan surat keputusan Balai Besar Taman Nasional Kerinci  Nomor SK.158/TI/BIDTEK/KSA/9/2018 tanggal 5 September 2018 tentang standar operasional  prosedur (SOP) pendakian Gunung Kerinci di TNKS, penutupan aktivitas pendakian Gunung Kerinci ditetapkan oleh kepala BB TNKS.

Sehubungan dengan butir-butir diatas, BB TNKS menutup kembali kawasan Gunung Kerinci untuk tujuan wisata/pendakian baik melalui pintu masuk  R10 Kersik Tuo Kabupaten Kerinci maupun melalui Camping Ground Bangun Rejo Kabupaten Solok Selatan sampai  waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Basuki, dikonfirmasi juga membenarkan kondisi Gunung Kerinci pada 18-19 Oktober 2022 mengeluarkan asap tebal.

“Ya, Gunung Kerinci memang hembusannya sangat intensif sehingga kami menerapkan status waspada (Level II) karena sering terjadi hembusan abu secara tiba-tiba,” katanya.

Menurutnya, hembusan asap di Gunung Kerinci hampir setiap hari terjadi dengan ketinggian mencapai 200 m.

“Kadang-kadang hembusan asap tersebut, mengandung abu tipis,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved